Selamat datang di blog saya yang sederhana ini yang menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian ASWAJA di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja

Minggu, 04 Desember 2011

Penipuan firanda terhadap umat dan kedangkalannya di dalam memahami Nash Hadits dan ucapan para ulama. Bag I


Firanda merasa bangga seolah telah menggapai cita-cita besarnya selama ini karena merasa telah berhasil mematahkan argumentasi Habib Mundzir terkait persoalan seputar kuburan. Merasa paling alim, paling pandai atas semua ucapan para ulama syafi’iyyah. Padahal argumentasinya penuh penipuan dan kedangkalan cara berpikirnya terhadap Hadits-Hadits Nabi Saw dan ucapan para ulama Ahlus sunnah.

Sebentar lagi kita akan ketahui penipuan firanda dan kedangkalan pikirannya terhadap Hadits-hadits Nabi Saw dan ucapan para ulama yang dia sebutkan dalam artikelnya tersebut dalam situsnya : http://firanda.com/index.php/artikel/bantahan/187


Firanda berkata :

Perkataan Al-Baidhowi tentang bolehnya beribadah di kuburan dalam rangka mencari keberkahan bertentangan dengan seluruh dalil yang menunjukan larangan menjadikan kuburan sebagai masjid, karena hadits-hadits tersebut melarang sholat di kuburan secara mutlak, tanpa membedakan niat mencari berkah atau tidak.

Jawaban :

Terlihat jelas kedangkalan Firanda di dalam memahami ucapan imam Baidhawi tersebut. Imam Baidhawi sama sekali tidak menghalalkan menjadikan kuburan sebagai masjid atau tempat peribadatan, karena sudah jelas nash hadits yang melarangnya :


لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور انبيائهم مساجد

Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashoro, sebab mereka telah menjadikan kuburan para nabi seperti tempat sujud “.

Beliau memang mengharamkan menjadikan kuburan sebagai masjid yang di atasnya dibuat tempat ibadah dan sholat di atasnya.

Yang diperbicangkan oleh imam Baidhawi adalah di luar ancaman hadits tersebut yaitu menjadikan masjid di samping kuburan orang yang shalih, perhatikan ucapan beliau berikut :

قال البيضاوي : لما كانت اليهود يسجدون لقبور الأنبياء تعظيما لشأنهم ويجعلونها قبلة ويتوجهون في الصلاة نحوها فاتخذوها أوثانا 
لعنهم الله ، ومنع المسلمين عن مثل ذلك ونهاهم عنه

Imam Baidhawi berkata : “ Ketika konon orang-orang Yahudi bersujud pada kuburan para nabi, karena pengagungan terhadap para nabi. Dan menjadikannya arah qiblat serta mereka pun sholat menghadap kuburan tsb, maka mereka telah menjadikannya sebagai sesembahan, maka Allah melaknat mereka dan melarang umat muslim mencontohnya.

Catatan :

Beliau berpendapat tidak membolehkan dan haram menjadikan kuburan sebagai tempat peribadatan, yang mereka agungkan dengan bersujud pada kuburan dan menjadikan kuburan itu sebagai arah qiblat.

Dan lihatlah kelanjutan ucapan beliau tersebut berikut ini :

أما من اتخذ مسجدا بجوار صالح أو صلى في مقبرته وقصد به الاستظهار بروحه ووصول أثر من آثار عبادته إليه لا التعظيم له والتوجه فلا حرج عليه ، ألا ترى أن مدفن إسماعيل في المسجد الحرام عند الحطيم ، ثم إن ذلك المسجد أفضل مكان يتحرى المصلي بصلاته .

والنهي عن الصلاة في المقابر مختص بالمنبوشة لما فيها من النجاسة انتهى

" Adapun orang yang menjadikan masjid di sisi orang shalih atau sholat di perkuburannya dengan tujuan menghadirkan ruhnya dan mendapatkan bekas dari ibadahnya, bukan karena pengagungan dan arah qiblat, maka tidaklah mengapa. Tidakkah engkau melihat tempat pendaman nabi Ismail berada di dalam masjidil haram kemudian hathim ?? Kemudian masjidl haram tersebut merupaan tempat sholat yang sangat dianjurkan untuk melakukan sholat di dalamnya. Pelarangan sholat di perkuburan adalah tertentu pada kuburan yang terbongkar tanahnya karena terdapat najis

Catatan :

Imam Baidhawi membolehkan menjadikan masjid di samping makam orang sholeh atau sholat dipemakaman orang sholeh dengan tujuan meminta kepada Allah agar menghadirkan ruh orang sholeh tersebut dan dengan tujuan mendapatkan bekas dari ibadahnya, bukan dengan tujuan pengagungan terhadap makam tersebut atau bukan dengan tujuan menjadikannya arah qiblat.

Jelas sekali hal ini di luar dari ancaman hadits Nabi Saw di atas. Maka terbukti si firanda tidak pandai memahami ucapan imam Baidhawi ini. Dan telah berbohong pada umat atas ucapannya bahwa pendapat imam Baidhawi menyelisihi hadits.

Firanda juga berkata :

Perkataan Al-Baidhoowi akan bolehnya sholat dekat kuburan dalam rangka mencari keberkahan bertentangan dengan kesepakatan para ulama besar madzhab As-Syafii. Padahal kita ketahui bersama bahwasanya orang-orang yang "hobi" memakmurkan kuburan dan sholat di kuburan di tanah air kita rata-rata mengaku bermadzhab As-Syafii.

Jawaban :

Firanda memahami ucapan imam Baidhawi bertentangan dengan kesepakatan ulama besar madzhab syafi’I, sebab kebodohannya di dalam memahami ucapan imam Baidhwi tersebut dan para ulama lainnya.

Kita perhatikan berikut ini :

 واتفقت نصوص الشافعي والأصحاب على كراهة بناء مسجد على القبر سواء كان الميت مشهورا بالصلاح أو غيره ، لعموم الأحاديث ، قال الشافعي والأصحاب : وتكره الصلاة إلى القبور ، سواء كان الميت صالحا أو غيره قال الحافظ أبو موسى : قال الإمام أبو الحسن الزعفراني رحمه الله : ولا يصلى إلى قبره ، ولا عنده تبركا به وإعظاما له للأحاديث ، والله أعلم

"Dan telah sepakat teks-teks dari As-Syafii dan juga Ash-haab (*para ulama besar madzhab syafiiyah) atas kemakruhan membangun masjid di atas kuburan, sama saja apakah sang mayat masyhur dengan kesholehan atau tidak karena keumuman hadits-hadits (*yang melarang). Asy-Syafii dan para Ash-haab berkata, " Dan dimakruhkan sholat ke arah kuburan, sama saja apakah sang mayat orang sholeh ataukah tidak". Al-Haafizh Abu Musa berkata, "Telah berkata Al-Imaam Abul Hasan Az-Za'farooni rahimhullah : Dan tidak boleh sholat ke arah kuburannya, baik untuk mencari barokah atau karena pengagungan, karena hadits-hadits Nabi, wallahu A'lam".(Demikian perkataan An-Nawawi dalam Al-Majmuu' syarh Al-Muhadzdzab 5/289)

Catatan :

Jelas imam Syafi’I dan ulama syafi’iyyah hanya memakruhkan membangun masjid di atas kuburan baik kuburan orang sholeh atau bukan. Dan juga makruh sholat menghadap kuburan baik kuburan orang sholeh atau bukan. Namun lain persoalan jika sholat di samping kuburan orang sholeh, maka para ulama syafi’I sepakat dengan imam Baidhawi yaitu membolehkannya. Kecuali imam Abul Hasan az-Za’farooni.

Imam Baidhwai dan imam Syafi’I juga para ulama syafi’i sepakat bahwa MAKRUH (TANZIH) hukumnya sholat di pekuburan bukan karena kaitannya dengan kuburan, namun kaitannya dengan masalah kenajisan tempatnya..

Simak kelanjutan ucapan imam Baidhawi berikut :

والنهي عن الصلاة في المقابر مختص بالمنبوشة لما فيها من النجاسة انتهى

“ Pelarangan sholat di perkuburan adalah tertentu pada kuburan yang terbongkar tanahnya karena terdapat najis “

Huruf lam dalam kalimat tersebut berfaedah lit ta’lil (menjelasakan sebab). Arti kalimat itu adalah karena pada pekuburan yang tergali terdapat najis. Sehingga menyebabkan sholatnya tidak sah, apabila tidak tergali dan tidak ada najis, maka sholatnya sah dan tidak makruh.

Oleh karenanya imam Ibnu Abdil Barr, menolak dan menyalahkan pendapat kelompok orang yang berdalil engan hadits pelaknatan di atas untuk melarang atau memakruhkan sholat di pekuburan atau menghadap pekuburan. Beliau berkata :

وقد زعـم قـوم أنّ فى هذا الحديث ما يدل على كراهيّة الصّلاة فى المقبرة وإلى المقبرة، وليـس فى ذلك حُجة

“Sebagian kelompok menganggap hadits tersebut menunjukkan atas kemakruhan sholat di maqbarah / pekuburan atau mengarah ke maqbarah, maka hadits itu bukanlah hujjah atas hal ini “.

Karena hadits di atas bukan menyinggung masalah sholat dipekuburan. Namun tentang orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat peribadatan.

Pendapat imam Ibnu Hajar al-Haitsami (ulama syafi’iyyah) :

وقال ابن حجر : أشار الشارح إلى استشكال الصلاة عند قبر إسماعيل ، بأنها تكره في المقبرة ، وأجاب : بأن محلها في مقبرة منبوشة لنجاستها ، وكله غفلة عن قولهم : يستثنى مقابر الأنبياء ، فلا يكره الصلاة فيها مطلقا ; لأنهم أحياء في قبورهم

Ibnu Hajar berkata “ Pensyarah berisyarat pada kemusykilan sholat di sisi kuburan Nabi Ismail bahwa makruh sholat dipekuburan. Dan beliau menjawabnya “ Letak kemakruhannya adalah di pekuburan yang tergali karena kenajisannya. Semua itu kelalaian dari ucapan mereka “ Dikecualikan (sholat) di pekuburan para nabi, maka tidaklah dimakruhkan sholat di dalamnya secara muthlaq sebab para nabi itu hidup di dalam kuburan mereka “.

Dan disebutkan pula dalam kitab Mirqatil mafatih syarh Misykatul Mashabih berikut :

وفي شرح السنة : اختلف في الصلاة في المقبرة فكرهها جماعة ، وإن كانت التربة طاهرة والمكان طيبا ، واحتجوا بهذا الحديث والذي بعده ، وقيل : بجوازها فيها ، وتأويل الحديث أن الغالب من حال المقبرة اختلاط تربتها بصديد الموتى ولحومها ، والنهي لنجاسة المكان ، فإن كان المكان طاهرا فلا بأس ، وكذلك المزبلة والمجزرة وقارعة الطريق ، وفي القارعة معنى آخر ، وهو أن اختلاف المارة يشغله عن الصلاة ، قال ابن حجر : وقد صح أنه عليه الصلاة والسلام نهى عن الصلاة بالمقبرة ، واختلفوا في هذا النهي هل هو للتنزيه أو للتحريم ؟ ومذهبنا الأول ، ومذهب أحمد التحريم

“ Di dalam syarh sunnah “ para ulama berbeda pendapat tentang hokum sholat dipekuburan, maka sebagian kelompok ulama memakruhkannya, walaupun tanahnya suci dan tempatnya baik, mereka berhujjah dengan hadits tersebut dan hadits setelahnya. Ada juga pendapat (qila) Boleh (tidak makruh) sholat di pekuburan dan menakwilkan hadits bahwa umumnya kedaan pekuburan itu bercampurnya tanah dengan nanah dan daging si mayat sedangkan larangan itu karena kenajisan tempatnya, jika tempatnya suci maka tidklah mengapa (sholat di dalamnya). Demikian juga tempat pembuangan sampah, penjagalan dan tempat jalan manusia, dan khusus tempat jalan ada alasan lainnya yaitu lalu lalangnya orang yang lewat dapat mengganggu kekhusyu’an sholat. Ibnu Hajar berkata “ Sungguh telah shahih bahwasanya Nabi Saw melarang sholat di pekuburan, namun para ulama berbeda pendapat dalam sifat pelarangannya, apakah larangannya bersifat tanzih (makruh tanzih) atau tahrim (makruh tahrim) ? Madzhab kami (madzhab syafi’i) adalah memilih yang pertama (yaitu MAKRUH TANZIH) sedangkan madzhab imam Ahmad memilih makruh tahrim “.

Imam Ibnu hajar menegaskan pada kita bahwa madzhab syafi’I menghukumi makruh tanzih sholat di pekuburan dan cukuplah beliau mewakili pendapat para ulama syafi’iyyah dalam kemakruhan (tanzih) sholat dipekuburan.

Imam Al-Qoori juga berkata masih dalam kitab Mirqah tersebut :
  وقيد " عليها " يفيد أن اتخاذ المساجد بجنبها لا بأس به ، ويدل عليه قوله عليه السلام : لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم وصالحيهم مساجد

“ Nabi menggunakan kalimat ‘alaiha (di atas) memberikan faedah  bahwa menjadikan masjid di sampingnya tidaklah mengapa. Dan menunjukkan atas yang demikian itu sabdanya Nabi Saw : Semoga Allah melaknat Yahudi dan Nashara yang menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih mereka sebagai masjid “.

Pendapat imam Syarbini (ulama syafi’iyyah) :

و قال العلامة الشربيني : والمقبرة (أي تكره) بتثليث الباء (الطاهرة) لغير الأنبياء صلى الله عليهم وسلم بأن لم يتحقق نبشها أو تحقق وفرش عليها حائل. (والله أعلم) للخبر السابق مع خبر مسلم {لا تتخذوا القبور مساجد} أي أنهاكم عن ذلك وصح خبر {لا تجلسوا على القبور ولا تصلوا إليها} وعلته محاذاته للنجاسة سواء ما تحته أو أمامه أو بجانبه نص عليه في الأم ومن ثم لم تفترق الكراهة بين المنبوشة بحائل وغيرها ولا بين المقبرة القديمة والجديدة بأن دفن فيها أول ميت بل لو دفن ميت بمسجد كان كذلك , وتنتفي الكراهة حيث لا محاذاة وإن كان فيها لبعد الموتى عنه عرفا أما مقبرة الأنبياء فلا تكره الصلاة فيها لأنهم أحياء في قبورهم يصلون فلا نجاسة. 
اهـ

Al-Allamah Asy-Syarbini berkata “ Dan pekuburan yang suci maksudnya makruh sholat di dalamnya, selain pekuburan para nabi sekiranya bongkaran kuburannya tidak nyata atau terbongkar namun dibebrkan penghalang di atasnya. Wallahu a’lam karena ada hadits yang berlalu dan bersama hadits riwayat Muslim berikut “ Janganlah kalian  menjadikan kuburan sebagai masjid “ artinya aku melarang kalian tas yang demikian itu. Dan juga ada hadits shahih “ Janganlah duduk di atas kubura dan jangn pula sholat menghadapnya. Illat (sebab pelarangan) adalah karena SEJAJAR DENGAN NAJIS baik apa yang ada di bawahnya, depan atau sampingnya, hal ini telah di tetapkan dalam kitab al-Umm (karya imam Syafi’i). dari sanalah kemakruhan tidak berbeda bai antara kuburan yang terbongkar, dengan penghalang atau pun tidak, juga antara kuburan yang lama maupun kuburan yang baru sekiranya dikubura mayat pertama kali bahkan seandainya mayat dikubur di dalam masjid maka juga demikian hukumnya.

Dan menjadi hilang hokum kemakruhannya jika tidak sejajar dengan najis walaupun berada di dalam pekuburan, karena jauhnya dari orang-orang yang mati secara umum. Adapun pekuburan para nabi maka tidaklah makruh sholat di dalamnya karena mereka hidup di dalam kuburannya dan sholat, maka tidaklah menjadi najis “.

 Imam Qurthubi dalam kitab tafsirnya berkata :

وممن كره الصلاة في المقبرة  سواء كانت لمسلمين أو مشركين الثوري وأبو حنيفة والأوزاعي والشافعي وأصحابهم وعند الثوري لا يعيد وعند الشافعي أجزأه إذا صلى في المقبرة في موضع ليس فيه نجاسة للأحاديث المعلومة في ذلك ولحديث أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال صلوا في بيوتكم ولاتتخذوها قبورا ولحديث أبي مرثد الغنوي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لا تصلوا إلى القبور ولاتجلسوا عليها وهذان حديثان ثابتان من جهة الإسناد ولاحجة فيهما لأنهما محتملان للتأويل ولايجب أن يمتنع من الصلاة في كل موضع طاهر إلا بدليل لا يحتمل )ج 10 ص 48-51(

“ Di antara ulama yang memakruhkan sholat di pekuburan baik kuburan muslimin atau musyrikin adalah imam Sufyan Ats-Tsauri, Abu Hanifah, al-Awza’I, imam Syafi’I dan para ulama syafi’iyyahnya. Menurut imam Sufyan ats-Tsauri tidak perlu mengulangi lagi (sholatnya yang dilakukan di pekuburan). Menurut imam Syafi’i boleh sholat di pekuburan jika di tempat yang tidak ada najisnya Karena hadits-hadits yang telah diketahui dalam hal ini dank arena hadits riwayat Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw bersabda “ Sholatlah di rumah kalian dan jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan. Juga karena ada hadits riwayat Abi Martsad al-Ghonawi dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda “ Janglah kalian sholat menghadap kuburan dan jangan duduk di atasnya. Dua hadits ini stabit dari sisi isnadnya dan tidak bisa diuat hujjah kedua hadits tsb karena mengandung kemungkinan adanya takwil dan tidak wajib melarang sholat di setiap tempat yang suci kecuali dengan dalil yang tidak mengandung takwil “.

Sekarang kita simak pendapat imam Syafi’I sendiri dalam kitabnya al-Umm juz 1 halaman : 92 berikut ini :

والمقبرة الموضع الذي يقبر فيه العامة ؛ وذلك كما وصفت مختلطة التراب بالموتى ، وأما صحراء لم يقبر فيها قط ، قبر فيها قوم مات لهم ميت ، ثم لم يحرك القبر فلو صلى رجل إلى جانب ذلك القبر أو فوقه ، كرهته له ولم آمره يعيد ؛ لأن العلم يحيط بأن التراب طاهر ، 
لم يختلط فيه شيء ، وكذلك لو قبر فيه ميتان أو موتى "

“ Dan pekuburan adalah tempat pengkuburan untuk umum. Demkian itu sebagaimana aku telah sifatkan yaitu bercampur dengan mayat-mayat. Adapun padang sahara, tidak ada satupun kuburan di dalamnya yang jika satu kaum kematian seseorang, kemudian tidak diaduk kuburan tersebut, maka seandainya ia sholat di samping kuburan tersebut atau di atasnya, maka aku menghukuminya makruh dan aku tidak memerintahkannya untuk mengulangi sholatnya, karena diketahui benar bahwa tanah itu suci tidak bercampur sedikitpun dengan sesuatu, demikian juga seandainya dikuburkan dua atau beberapa mayat di dalamnya “.

Catatan :

Cukup jelas nash imam Syafi’I tersebut memberikan faedah bahwa pekuburan yang tergali adalah najis dan tidak sah sholat di dalamnya. Adapun pekuburan yang tidak tergali, maka hukumnya suci dan sholat di dalamnya hukumnya sah. Demikian juga beliau imam Syafi’I mengembalikan illatnya (sebab pelarangan) pada dikhawatirkannya najis, jika najisnya hilang, maka hilanglah hokum kemakruhannya.

Firanda berkata :

Dan telah lalu atsar kisah Anas bin Malik yang sholat di dekat kuburan tanpa ia sadari, dan tentunya Anas tidak sedang mencari barokah dikuburan. Namun demikian ia tetap ditegur oleh Umar bin Al-Khottoob radhiallahu 'anhu.

Oleh karenanya wajib bagi Habib Munzir –yang telah menukil dan sepakat dengan perkataan Al-Baidhowi ini- untuk mendatangkan dalil yang mengkhususkan dalil-dalil umum dan mutlak larangan sholat di kuburan…!!! Karena sebagaimana yang dikenal dalam ilmu ushul fikih jika datang dalil secara umum dan mutlak lantas tidak ada dalil yang mengkhususkannya atau mentaqyidnya maka dalil tersebut tetap pada keumuman dan kemutlakannya.

Jawabanya :

Justru atsar tersebut menjelaskan kebolehan sholat di samping kuburan, karena saat itu Anas bin Malik sholat menghadap kuburan, lalu ketika Umar bin Khoththob menegurnya, maka Anas bin Malik melangkahi kuburan tersebut dan tetap melanjutkan sholatnya tanpa mengulangi sholatnya lagi dan bahkan Umar bin Khoththob pun tidak memerintahkannya utk mengulangi sholatnya.

Oleh karena itu imam Ibnu Hajar mengomentari atsar tersebut setelah menukilnya sebagai berikut :

وَقَوْلُهُ وَلَمْ يَأْمُرْهُ بِالْإِعَادَةِ اسْتَنْبَطَهُ مِنْ تَمَادِي أَنَسٍ عَلَى الصَّلَاةِ وَلَوْ كَانَ ذَلِكَ يَقْتَضِي فَسَادَهَا لَقَطَعَهَا وَاسْتَأْنَفَ

Dan perkataanya “Dan tidak menyuruhnya mengulangi (shalat)” merupakan istinbath dari meneruskannya Anas akan shalat. Andaikan yang demikian itu merusak shalatnya, tentu diputus shalatnya dan mengulanginya dari semula. [Fathul Bari libni Hajar I:524, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379]

Dan rupanya firanda tak paham kaidah ushul fiqih berikut ini :

النَهْيُ يَدُلُّ عَلَى فَسَادِ المُنْهِىِّ عَنْهُ مِنَ الْعِبادَاتِ اَوِ اْلمُعًامًلاتِ

 “ Pelarangan menunjukkan atas rusaknya perbuatan yang dilarang baik berupa perkara ibadah atau pun mu’amalah “.

Misalnya : Larangan shalat dan puasa bagi wanita yang haid dan nifas, maka jika sholat tetap dilakukan, maka sholatnya rusak.

Nah jika hadits sholat menghadap kuburan atau sholat di sisi kuburan sebuah larangan keharaman, maka sudah pasti kaidahnya sholat itu rusak dan batal. Tapi sahabat Anas bin Malik tidak mengulangi sholatnya, itu artinya sholat beliau sah dan tidak rusak.

Bersambung..

(Ibnu Abdillah Al-Katibiy)
04-Desember-2011

49 komentar:

  1. Siiiiiiiiiiiiiiiiiiaaaaaaaaaap di sebarluaskan

    BalasHapus
  2. السلام عليكم...
    blognya bagus kang....

    BalasHapus
  3. subhanallah, mantaap.lebih tsiqah kepada ucapan ulama tentang pemahaman hadits ktimbang lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalagi ucapan habib munzir

      Hapus
  4. baguuuuuus. aku terlepas dari salafy, wahabi, MTA

    BalasHapus
  5. tampilanya bagus yg kemarin warna ijo kang...kesanya adem gtu lhooooo......

    BalasHapus
  6. Iya, kmrn tema saya yg warna hijau agak sedikit eror....maklum mash baru berkecimpung di blog, mash perlu bantuan yang lainnya....hehe..

    BalasHapus
  7. apakah setiap kata kariha itu artinya makruh? padahal imam syafi-i sering menggunakannya untuk mengatakan yg haram
    apa pendapat anda?
    mohon diterangkan bedanya?
    karena karohah ada li tahrim wa li tanzih. syukron.

    BalasHapus
  8. artikel bagus...memang Ustadz Firanda sudah agak keterlaluan/berlebihan...menilai pemahaman madzhab syafi'i dgn kacamata dia yg berbeda metodologi/madzhabnya dlm ber-istinbath.

    mengkritik sih boleh saja. Tapi sungguh kurang/tdk ada adab memberi vonis/justifikasi dusta kpd Habib Munzir. Sangat disayangkan ini dilakukan oleh Ustadz Firanda yg mestinya paham agama, dan harusnya tdk melakukan hal tsb.

    Jazaakumullooh Ustadz Ibnu Alkatibiy, memberikan paparan yg jelas sekali terkait kacamata Madzhab Syafi'i dlm kasus sholat di areal pekuburan.

    Semoga Allah menambah barokah dan ilmu kpd Ustadz. Aamiin.

    Wassalam

    BalasHapus
  9. mantap kang,,,bela yang mencemarkan habaib....

    BalasHapus
  10. jika sholat di samping kuburan orang sholeh, maka para ulama syafi’I sepakat dengan imam Baidhawi yaitu membolehkannya.
    ini pendapat ente atau imam Baidhawi akh?

    Imam Baidhwai dan imam Syafi’I juga para ulama syafi’i sepakat bahwa MAKRUH (TANZIH) hukumnya sholat di pekuburan bukan karena kaitannya dengan kuburan, namun kaitannya dengan masalah kenajisan tempatnya..

    kalo di sampingnya apa juga ga najis tuh?

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Melakukan shalat di masjid yang di dalamnya terdapat kuburan para wali dan orang-orang shaleh adalah sah dan dibolehkan. Hukum ini berdasarkan Alqur'an, as-Sunnah.

    a. Dalil dari Alqur'an al-Karim

    Allah Ta'ala berfirman (yang artinya),

    "Orang-orang itu berkata: "Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya". (al-Kahfi 18 : 21).

    Konteks ayat ini menunjukkan bahwa perkataan pertama adalah perkataan orang-orang musyrik dan perkataan kedua adalah perkataan orang-orang yang mengesakan Allah. Allah Ta'ala menyebutkan dua perkataan tersebut tanpa mengingkarinya, sehingga hal ini menunjukkan pengakuan syari'at bagi keduanya. Bahkan konteks perkataan orang-orang yang mengesakan Allah menunjukkan sebuah pujian. Bukti akan hal ini adalah adanya pembandingan antara perkataan mereka dengan perkataan orang-orang musyrik yang mengandung keraguan. Perkataan orang-orang yang mengesakan Allah itu tegas dan keinginan mereka bukan sekedar membuat bangunan tapi membangun masjid.

    Imam ar-Razi ketika menafsirkan ayat (yang artinya), "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya. (al-Kahfi 18 : 21), dia berkata, "Yaitu masjid yang kita gunakan untuk menyembah Allah di dalamnya, dan dengan cara itu kita mempertahankan jejak peninggalan para penghuni gua (ash habul kahfi)".

    Asy-Syihab al-Khafaji dalam Hasyiyah-nya terhadap tafsir al-Baidhawi, berkata, "Di dalam ayat ini terdapat dalil kebolehan membangaun masjid di atas kuburan orang-orang shaleh".

    b. Dalil dari Sunnah Nabawiyah.

    Adapun dalil dari Sunnah, maka terdapat hadist Abu Basyir r.a., yang diriwayatkan oleh Abdur Razzaq dari Ma'mar, dan Ibnu Ishaq dalam kitab as-Sirah an-Nabawiyyah, serta Musa bin Uqbah dalam kitab al-Maghazi. Kitab al-Maghazi karya Musa ini merupakan kitab maghazi yang paling shahih, sebagaimana dikatakan oleh Imam Malik. Ketiga ulama ini (Ma'mar, Ibnu Ishaq dan Musa bin Uqbah) meriwayatkan dari az-Zuhri, dari Urwah bin Zubair, dari al-Miswar bin Makhramah dan Marwan ibnul Hakam r.a., bahwa Abu Jandal bin Suhail bin Amr menguburkan jenazah Abu Basyir r.a., lalu membangun sebuah masjid di atas kuburannya yang terletak di Siful Bahr. Kejadian itu diketahui oleh tiga ratus shahabat Rasulullah saw. dan sanad riwayatnya adalah shahih. Semua perawi dalam silsilah sanadnya adalah tsiqah. Peristiwa seperti ini tentu tidak luput dari pengetahuan Nabi saw. dan tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau memerintahkan untuk mengeluarkan kuburan itu dari masjid atau membongkarnya.

    Diriwayatkan pula secara shahih bahwa Nabi saw. pernah bersabda,

    "Dalam masjid Khaif (masjid yang terletak di Mina) terdapat kuburan tujuh puluh orang nabi." (HR. al-Bazzar dan ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Kabir)

    Hafidz Ibnu Hajar, dalam kitab Mukhtashar Zawaid al-Bazzar ketika berkomentar tentang derajat hadist di atas mengatakan, "Sanadnya shahih."

    Disebutkan juga dalam berbagai atsar, bahwa Nabi Ismail a.s dan ibunya Hajar r.a dikuburkan di Hijir Ismail di dalam Masjidil Haram. Kisah ini disebutkan oleh para ulama sejarah terpercaya dan dipegangi oleh para ulama pakar sirah Nabi saw., seperti Ibnu Ishaq dalam kitab as-Shirah an-Nabawiyyah, Ibnu Jarir ath-Thabari dalam kitab Tarikh-nya, as-Suhaili dalam kitab ar-Raudhul Unf, Ibnul Jauzi dalam al-Muntazham, Ibnul Atsir dalam al-Kamil, adz-Dzahabi dalam Tarikhul Islam, Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah dan kitab-kitab sejarah lain yang ditulis para sejarawan islam.

    Dalam semua peristiwa itu Nabi saw. tidak memerintahkan agar kuburan-kuburan tersebut dibongkar dan dikeluarkan dari dalam masjid Khaif atau masjid Haram. Namun beliau membiarkannya saja.

    Dar Al-Iftaa | دار الإفتاء المصرية

    BalasHapus
  16. Bismillah...pen galaman pribadi ane pernah bersama2 dg ikhwan2 Indonesia yg belajar di markas sufi Hadhrolmaut, sungguh sangat mengejutkan ane. mereka, org yg rata2 sdh belajar di HM lebih dari 3th. Kebiasaan mereka setiap hari yg ane lihat adalah :
    - PAGI bangun solat subuh, ba'da subuh berdzikir dlm halaqoh sambil melihat foto syaikhnya di buku dzikirnya masing2, smp matahari terbit
    - selesai dzikir, TIDUR smp menjelang Dhuhur
    - ba'da dhuhur, main kartu 'REMI' smp sktr jam 2 waktu yaman
    - selesai makan siang, mereka meneruskan main remi-nya sambil mengunyah QOT (sejenis daun yg bisa membuat nge-fly /ganja)dan merokok, smp Ashar
    - Ba'da Ashar, melanjutkan lg halaqoh Remi dan makan QOT-nya smp menjelang magrib
    - Ba'da magrib, mereka berdzikir dlm halaqoh smbl melihat foto syaikhnya smp isya
    - Ba'da ISYA, main Remi sambil ngerokok smp subuh.
    Demi Alloh, ane melihat lgs dg mata kepala ane sndiri, mereka2 yg mengaku nasabnya smp Nabi, seperti inikah hari2nya?, padahal kl nanti mereka plg ke Indo, mereka akan di agungkan banyak org, dianggap membawa berkah, dlsb.
    Allohu musta'an...Ini bukan membongkar aib, krn mereka sendiri bangga, kebiasaannya spt itu dipertontonkan kpd khalayak umum di sana (Farouq Al-Atos)

    BalasHapus
  17. "CARILAH KEBENARAN BUKAN PEMBENARAN"
    kurang lebih 2 thn sy memahami MANHAJ ini(kt org wahabi/salafi).
    sy dahulu murid seorang ustd yg prnah belajar kurg lebih 5thn di Hadromaut-yaman (tempat Habib2.Dn sy jg sempat menjadi vokalis "BAND TABOK" dn pernah menciumi tangan Habib2 yg dimana si habib menjulurkan tngan supaya diciumi oleh orang2.sy sering membaca Majalah2 seperti Alkisah,Hidayah ,Cahaya Nabawi.
    sampai suatu ketika sy membaca Artikel dari Mjlh Cahaya Nabawi dgn judul "WAHABI 1 DARI 2 TANDUK SETAN",dimana sy justru melihat dari tulisan itu kebencian sang penulis dn kt2 yg tdk santun,dn juga dugaan2 yg tidak ada FAKTANYA,contoh : "mungkin bapaknya muhammad bin abdul wahab saat dulu BERJIMA tdk membaca doa makanya anak jadi seperti itu (sesat)". Allahu Akbar..,Subhanallahu
    ,ternyata Allah mmbukakan mata hati sy lwt tulisan mereka sendiri, Allah memperlihat
    AIB mereka sendiri.., KARENA ITU HANYA DUGAAN dan BERATI BOHONG.., Allahu Akbar..
    Begitu jg Dgn Ust Yazid Jawwas,sy mengenal beliau dari majalah2/tulisa n2 org2 yg benci dgn beliau yg akhirnya sy mencari tau tentang siapa beliau dan ternyata.., Subhanallah... ,sy dgr kajian beliau dn sy baca buku2 beliau malah jauh dari APA2 YG MEREKA TUDUHKAN..!!!
    Ust Yazid brkata dgn santun:"masih bnyk yg blom kita pelajari...,sib ukan diri dgn belajar..!!".la lu bbrpa waktu kemudian sy membaca buku "MELURUSKAN SEJARAH WAHABI" yg isinya berbeda sekali dgn artikel yg ada di Mjlah CAHAYA NABAWI itu,dari segi penulisan kata2 ataupun fakta2 yg disebutkan. Allahu Akbar.sy jg prnah brtnya kpd Ust (yg dari yaman itu) tntng APAKAH MAULID ITU ADA PD ZAMAN NABI???. ust itu brkata dgn jujur bahwa "TDK ADA PD ZAMAN ITU TAPI SY MELAKUKANNYA HNY TUK SYIAR ISLAM". trs msi bnyk peristiwa2 yg akhirnya bertabrakan dgn argumen mereka sendiri. contoh: sy tdk boleh membaca buku2 kry IBNU TAIMIYAH oleh kk kelas Ustd yg k YAMAN ini.tpi sy disuruh bc buku Buya Hamka "DIBAWAH LINDUNGAN KA'BAH" yg menurut ia bagus.pdhal ini buku NOVEL tntg KISAH PERCINTAAN..??? ,trs Tafsir Buya Hamka sendiri "AL-AZHAR" klo ust ini baca trnyata Buya Hamka trmasuk org yg senang dgn karya2 Ibnu Taimiyah,Abdul Wahab.
    Trus memeriksa atau mngetahui hadis sohih atau doif dgn MIMPI..???,Inna lillahi wa Inna ilaihi rajiun..
    DAri hal2 itulah sy skrg seperti ini krn berangkat dari pemikiran mncari "KEBENARAN BUKAN PEMBENARAN" ,dan skrg sy di musuhi oleh tmn2 sy dulu.Sampai ada yg g mo berjabat tgn dgn sy dn mnjwb SALAM sy.. (HADI)

    BalasHapus
  18. iya sy hadi wahai sahabatku malikush shadiq,maf sy baru bles. Demi Allah sy bersumpah..!!! beranikah antum bersumpah bahwa MAULID NABI itu ada pd ZAMAN SAHABAT..??? tny pada HABIB2 atw guru2 Antum, ataukah ANTUM TIDAK BERANI BERTANYA KEPADA MEREKA..??. Nama pondokan yg di YAMAN bernama "DARUS..." yg dmn ponpes AL-KHOIROT(beka si) mengirim murid2nya kesana,bnrkan?? atau antum tdk tau?? trmasuk mudir ponpes SAUNG HABIB(Bogor) adalah keluaran "DARUS..."yg d Yaman, juga salah 1 ust yg di jawa tengah yg berinisial "SIS" (yg tercerdas seangkatan di Yaman katanya) yg mmbwa kaset lagu POP indonesia sat belajar d Yaman(ust inilah yg melarang sy Bc Kry2 Ibnu Taimiyah), seingat sy Dol sumbang atau Ebit G ade krn ia cerita sendiri kpd sy sekitar tahun 2002-2003 krn ia suka dgn pnyanyi tersebut. sy jg tau tntng bbrp kejadian memalukan (HOMO) yg prnh menimpa tmn2 sy yg di AL-KHOIROT oleh slah seorang pngjar dsna, yg menggarayangi disaat kita pd tidur.itu bukan rahasia umum bgi yg mondok dsna skitar thun 2000 ke bawah.tmn sy(yg mondok dsna) prnah brtny kpd HABIB tntng "HADIRNYA NABI SAAT MAULID",apa jwb habib kpd tmn sy itu(yg masih usia kurang lbih 13-15thn),"KITA BERDIRI KRN NABI HADIR DAN KAMU G BS LIAT KRN BNYAK DOSA". di lain waktu tmn sy ini brtnya kpd HABIB yg lain tntang DALIL MAULID lalu Habib itu mnjwb:"KAMU BELUM CUKUP ILMUNYA", tdk lm kemudian tmn sy ini keluar dri AL-Khoirot(Beka si). dan setahu sy ABG2 yg pd konvoi "MR" pd berpasang2an (PACARAN) sat Naek Motor!!! BETUL GA..???.dan di daerah CACING (Cakung-Celinci ng) sat menuju Makam Mbah Priok pd numpang Kontener pd Bw Bendera pke JAKET "MR" udh gitu ada CEWE2 jg yg nek Kontener kan?? Ayo NGAKU???
    sy tau krn mereka itu bnyak teman2 sy.

    Wahai Zat Yang Membolak-balika n Hati tetapkanlah Hati ini kpd KEBENARAN yg dicontoh Nabi Mu...

    jazakumullahu khairan..
    أبو الدراجة البخارية

    BalasHapus
  19. sy teringat dgn cerita guru sy itu (yg Ke Yaman-Hadromaut , "DARUS ..."), dia pernah bercerita kpd sy kalau dipondokkannya yg di Yaman itu mempunyai KOLAM RENANG. Dan setiap kelompok (yg sekamar atau sekelas) yg ingin berenang dikolam tersebut harus boking dulu krn setiap pergantian suatu kelompok selesai berenang/berend am maka air dikolam tersebut di KURAS (dibersihkan) lalu di ISI dgn air baru, jadi tidak ada air yg sama untuk kelompok yg lain dan Begitu seterusnya. Apakah Antum tau tntang ini...???,tny kpd ustad2 yg kesana...
    betapa borosnya air disana.., dan betapa nikmatnya...!!!??
    skrg bandingkan dgn orng2 yg BENAR2 BELAJAR di Darul Hadis di DAMMAJ-YAMAN wahai saudara2 ku..??? tdk terkira jauhnya..., Allahu Akbar.. , Mereka BELAJAR HADIS dibawah2 pohon dimana yg lainnya sedang "BERENANG"...
    Mereka makan roti cmpur gandum setiap harinya... ,dimana yg lain makan "kambing yg dipanggang dgn wajan dari batu" di atas bukit...

    APAKAH SAMA WAHAI SAUDARA2 KU...???
    APAKAH SAMA WAHAI SAUDARA2 KU...???

    jika ALLAH ingin memperlihatkan AIB seseorang dgn mulutnya sendiri tidaklah sulit bagi-NYA...
    Allahu Akbar...

    carilah KEBENARAN..,buk an PEMBENARAN...
    Berbicaralah dgn ILMU & BUKTI2..., Bukan dgn EMOSI.. Atau FANATIK yg MEMBUTAKAN MATA HATI...

    jika Allah menginginkan kebaikan kpd ssorang maka IA akan memahamkannya dalam Agama...

    Seandainya "perkara" itu benar pasti Rasullah, para sahabat (termasuk 10 orang sahabat yg dijamin masuk surga), tabien, tabiut tabien dan termasuk 4 Imam Mahzab yg terkenal... PASTI MEREKA MELAKUKANNYA... !!!??

    kritislah dlm mencari kebenaran... dan lihat Hadis2 atau cerita2 yg mereka katakan...
    lihat sumbernya...

    sy masih ingat dgn kt2 "ILMU LADUNI", yg kata tmn sy (yg mondok di AlKhoirot-bekas i) jika kamu membersihkan kamar mandi/WC masjid smpai pojok2nya bersih maka kamu akan mendapatkan "ILMU LADUNI", itu pesan dari dari gurunya.
    dan bukan dia saja yg brbicara seperti itu...,tpi yg mondok di ponpes sejenis..
    coba antum cari DALIL yg SHOHIH tntng "ILMU LADUNI" jika antum kritis...??

    BalasHapus
  20. Semua pengalaman yang anda tampilkan sungguh tidaklah benar sama sekali adanya.

    berikut sekilas dari aktifitas belajar di salah satu ma'had di hadramaut :

    Disiplin yang diberlakukan di pesanteen ini sangat ketat.
    Jauh sebelum subuh yakni pukul 03.45, para santri sudah harus bangun.
    Setelah mandi dan bersuci melaksanakan shalat tahajud, dilanjutkan membaca berbagai macam zikir. Pada sekitar pukul 05.00 shalat subuh,
    dilanjutkan membaca atau menghadap AlQur’an.Baru pada pukul 06.00 para santri mendapat pelajaran formal.
    Setelah itu diteruskan dengan pelajaran formal kembali hingga pukul 09.00.
    Setelah sarapan dilanjutkan dengan menelaah hadist,
    tauhid dan tafsir. Pukul 10.40 mereka baru diperkenankan istirahat kembali.
    Setelah shalat Dhuhur mereka membaca atau menghafal Al-Qur’an kembali,
    Pukul 13.45 makan siang dan istirahat atau melakukan kegiatan ekstrakurikuler.
    Setelah shalat Ashar, pada pukul 18.45 para siswa mendapat pelajaran kebersihan dan tasawuf.
    Menjelang Maghrib istirahat sejenak dan dilanjutkan pelajaran formal (ilmu fikih)
    hingga pukul 20.15. Dalam hal makan, para santri mendapat jatah makan 3 kali sehari
    ditambah dengan makanan ringan.
    Seperti yang dikatakan Ubaidilah, aib bagi siswa untuk makan di restoran.

    BalasHapus
  21. Hubungan postingan di atas dengan celotehnya newbie_python apa?? Heran juga anak2 wahabi kalau gak bisa membantah...

    BalasHapus
  22. Ana sependapat dengan Newbie_Phyton untuk mencari kebenaran dan bukan untuk mencari pembenaran.

    Saya memiliki kakak kandung yang setelah dari Yaman jadi ikut dakwah Salaf, beliau lulusan tahun 2001 dan ikut dalam satu group pelajar Indonesia yang ditangkap (difitnah AS) ikut al qaeda dlm serangan 9/11 yang akhirnya tidak terbukti. Beliau dan teman2nya (sekarang memiliki pondok pesantren di Kediri) malah sering diundang rutin pengajian di lingkungan sekitar yang kebanyakan malah orang2 NU. Ayah saya (salah satu pengurus NU Kab Kediri) juga ikut memuji karena mereka sangat bagus pemahamannya tentang aqidah). Berbeda sekali dengan apa yang digambarkan.

    Di blog ini juga dimunculkan bantahan2 kepada Ustadz Firanda, pas saya dengar pengajian beliau, ternyata ga seperti yang digambarkan beliau seorang yang dangkal pemahamannya, justru kebalikannya sangat cerdas... ada apa ini?

    Semoga kita bisa mengambil hikmah, dan tidak serta merta mencela satu dengan yang lain.

    Ketika saya lihat video Gus Romli vs Abu Hilla (yg katanya Wahhaby) akar perbedaannya adalah masalah pentakwilan tentang Asma wa sifat. Tapi kenapa jadi sangat lebar konfliknya...?? InnaliLLAH wa inna Ilaihi Rojiun..
    Klo kitab yang dibawa sama, berarti hanya masalah penafsiran dan bagaimana pengamalannya.. Oh iya satu lagi, kenapa ya kalo ana lihat orang2 NU kalo lagi diskusi, mereka pada ngerokok, padahal jelas itu amalan yang dibenci oleh ALLAH,, kenapa mereka masih saja melakukannya? Kalo orang2 salafy-Wahhaby malah ga ada sama sekali.. karena saya pernah ikut dauroh mereka di pare-Kediri-Jatim selama bbrp minggu, subhanaLLAH mereka tekun sekali beribadah. Berbeda ketika saya di Lirboyo Kediri.. Kenapa melakukan pekerjaan Makruh yang jelas2 dibenci, ga ada manfaatnya sama sekali, malahan banyak mudhorot??? bahkan KH Said Aqiel Siradj juga begitu ketika memberi ceramah.. AstaghfiruLLAH.

    Wallahu a'lam

    BalasHapus
  23. tanggapan teman salafi kok gak nyambung dengan pembahasan..
    + ngawur gak jelass..
    siapa yang duluan memvonis sesat itu bung !!!
    kalian lihat sendiri bukunya yazid qodir jawazz dan siapa yang dimasukkan kedalam aliran sesat???
    komentari tulisan ustadz al-katiby dengan ilmu !!!
    malah ngomong nglantur...

    BalasHapus
    Balasan
    1. buka firanda.com sebagai pembanding

      Hapus
  24. Ini sekedar saling memberi tahukan fakta.Saya pernah tinggal di Tarim, Hadramaut (juli s/d November 2012), selama +- 5 bulan kurang. Disana saya ikut program dauroh 40 hari di Darul Mustofa dan sisanya saya lanjutkan dengan taklim. Disana saya memulai dzikir sebelum subuh (saya tinggal di syuqqoh/flat yg dekat dengan Darul Mustofa). Selama dzikir tidak ada yg seperti kata newbie_python "PAGI bangun solat subuh, ba'da subuh berdzikir dlm halaqoh sambil melihat foto syaikhnya di buku dzikirnya masing2, smp matahari terbit". Yang ada adalah setelah dzikir, lalu sholat shubuh, selesai sholat dilanjutkan dzikir sejenak lalu ikut halaqoh (kumpulan) pengajian masing2 (1 mata pelajaran). Hingga selesainya dhuha/isrok (waktu masuknya waktu dhuha/Thulu'us Syams), istirahat dengan sholat Isrok dan dhuha. Lalu dilanjutkan dengan halaqoh pelajaran masing2 s/d jam 9 pagi (lebih kurang 3 mata pelajaran), lalu makan pagi. Lalu istirahat s/d waktu sholat dhuhur. Dilanjutkan halaqoh masing2 1 pelajaran lalu istirahat makan siang. Bakda sholat asar ada kuliah dengan Hb Umar Bin Hafiz, lalu istirahat +- 1 jam untuk mandi2. Habis sholat maghrib, baca dzikir lalu buat halaqoh/kelompok ngaji Qur'an, lalu taklim/belajar s/d 1 mata pelajaran. Selesai pelajaran sholat Isya jamaah dan makan malam. Lalu waktu malam digunakan untuk muroja'ah/mengulangi pelajaran dan sebagian langsung istirahat. AlhamduliLlah saya pernah di Tarim Hadramaut langsung dan ikut merasakan belajar di sana dan tahu mana yg benar dan yg dusta. Saran saya bila anda semua yg tidak setuju dengan sesuatu madzhab, janganlah karena fanatik berlebihan lalu membuat2 tulisan yg tidak benar dan memfitnah golongan lain yg tidak sefaham. Nanti antum semua di akhirat akan mempertanggung jawabkan perbuatan antum semua itu...

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  26. penulis blog ini kayak bajay ngeles mulu klu memeberi sanggahan ,,,,

    BalasHapus
  27. Di mana ngelesnya?? harap yang ilmiyyah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya akhi,semoga Allah membukakan mata hati antum untuk menerima kebenaran tentang agama dan sunnahNya,sesungguhnya kami khawatir antum terjebak pada taklid buta,karena agama kita tidaklah mengajarkan untuk taklid kepada seseorang.sesungguhnya semua ulama yang antum anggap wahhabi atau penipu,merekalah yang sebenarnya telah menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rosulnya (Al-Qur'an dan Sunnah).akan lebih baik jika antum bertabayyun atau berdiskusi dahulu kepada ulama yang antum anggap penipu.semoga Allah memberikan kita semua petunjuk kepada jalanNya dan Sunnah nabiNya.....

      Hapus
    2. hehhhehe gmana sichhh,,,,maksudnya yang punya blok dimana
      (dalam artikel diatas yang tidak sesuai dengan pemahaman anda)
      manggg hmmmm bebelll dehhh

      Hapus
  28. ya allah, ampuni aku karen atidak sengaja telah membuka blog ahli bid'ah. semoga aku berpegang teguh pada al qur'an dan sunnahMu

    BalasHapus
  29. gimana umat islam mau maju kalau sebagian pikiran umatnya tertinggal di kuburan, umat islam harus bersatu buang semua takhayul bid'ah dan kurofat pasti jaya Insya Allah

    BalasHapus
  30. umat islam gimana mau maju? kalau sebagian pikiran umatnya tertinggal dikuburan, umat islam harus bersatu buang takhayul bid'ah dan kurofat, Insya Allah pasti Jaya

    BalasHapus
  31. @sdapgar, kalau umat Islam mau maju maka BUANGLAH AJARAN SALAFI WAHABI ke tong sampah. Insya Allah umat akan maju. Tidak terus" an guoblok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah membaca komentar Syekh Ablahni makin nampak jelas bagi saya mana manhaj yg lurus, terima kasih telah mencerahkan saya.
      oh ya sepertinya anda kurang santun dalam berbicara & tidak ilmiah, terlihat dari cara anda membalik nama seorang ulama (Syech Albani menjadi Ablahi) serta ada kata guo***k.
      semoga Alloh memberikan kebaikan kepada anda.
      dulurmu, Cak Mad

      Hapus
  32. jangan jelekin firanda pakai nafsu...

    BalasHapus
  33. bicara tanpa ilmu

    BalasHapus
  34. kita ketemu langsung aja yuk, ga usah bicara disini..

    BalasHapus
  35. اَسْتَغْفِرُاللَهَ الْعَظِيْمِ semua yg diungkapkan penulis akan diminta pertanggungjawabannya kelak...

    BalasHapus
  36. Seorang pelacur dan perampok dia tau yg dikerjakan nya berdosa,tapi ahli bid'ah seperti orang ini dia takkan tau dia berbuat dosa ,yg merugikan dia kelak ya alloh bukakan lah hatinya untuk menjauhi perbuatan bid'ah dan menghasut orang, amin ya rabbala'lamin,

    BalasHapus
  37. Assalamualaikum.Wr,Wb
    Syahbas untk IBNU ABDILLAH AL- KATIBIY ulasan semoga dapat membuka jln pikiran bgi kaum yg slalu benar dlm menjalan AQIDAH AGAMA ISLAM bnyak ayat dlm AL-QUR'AN yang menytakan "beruntunglah bagi mereka yg mau berpikir " akal n pikiran yg ALLAH pinjamkan kps kita gunukanlah untuk mentelaah AL-QUR'AN maupun Hadist dan mentelaah kapan para ulama salaf muncul dan kapan juga muhammad bin abdul wahab memproklamirkan ajarannya yg di.akui paling benar kebenaran ada pada sang khalik salah dan dosa ada pada manusia

    BalasHapus
  38. Saling menghormati saja,nggak usah debat ϑάπ saling menghujat,laksanakan yang ϑΐ yakini masing2,jangan saling mengganggu,hormati ϑάπ hargai,serahkan semua kepada اللّهُ ,biar اللّهُ yang tentukan benar ϑάπ salahnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu baru mantap kalimat anda bung anonim walaupun ane gak tau antum datang dengan atribut golongan yg ngaku paling benar(wahabi) atw bukan buat ane gak jadi soal nmun ane mau nanya ni ma antum kenapa musti di debat coba antum renungi siapa yg menuai benih ini terlebih dahulu benar salah nya kita dlm beraqidah nti pada sakratul maut apakah kita bsa tersenyum menanti maut atw sbliknya glisah n ketakutan

      Hapus
  39. عند الشافعي أجزأه...DIARTIKAN..Menurut imam Syafi’i boleh ...HADEUH...BAKAL TERPINGKAL2 ORANG YG FAHAM BAHASA ARAB

    BalasHapus
  40. Misalkan saja ibadah di samping kuburan itu boleh, Apa alasannya orang ibadah di (sampng) kuburanselain "hanya" alasan boleh? Kenapa pula sampai membangun mesjid di (sampng) kuburan kalau "hanya" alasan boleh? Setiap saya melakukan suatu perbuatan, saya selalu berfikir tentang mamfaat dari perbuatan itu. Mamfaat itu baik secara rasio (akal) mapun naql (syar'i). Saya tidak tahu mamfaat Sholat secara rasio sebab itu gerakan yang disebut olahraga juga bukan. Tapi ada alasan sar'i atau dalil yang memerintahkan saya sholat. Maka paham atau pun tidak mamfaat sholat, karena ada dalil yang memerintahkan sholat, maka saya laksanakan.Saya juga tidak tahu mamfaatnya solat di samping kuburan, apa kelebihan sholat di tempat itu dengan selainnya baik secara rasional maupun syar'i. Selama ini saya tidak suka solat di kuburan karena saya tidak tahu mamfaatnya. Apa lagi karena ada larangan meskipun "hanya" makruh. Bahkan kalaupun boleh, saya akan bertanya untuk apa? Saya yakin semua orang pada saat mau melakukan/tidak melakukan suatu perbuatan (amal) akan menimbang mamfaat dan madhorotnya bagi dirinya. Mamfaat dan madhorotnya itu atas pertimbangan alasan rasional (dalil "Aql") dan alasan syar'i ( dalil "naql") Makan daging sapi misalnya pada asalnya boleh. Tapi apakah kita memakannya atau tidak, tentu punya alasan. Kalau alasan secara rasional (dalil "aql") tidak ada (misalnya karena belum tahu mamfaatnya) orang akan memilih alasan yang bersumber dari keimanannya (dalil "naql"). Bagi saya yang tidak pernah mengenyam pendidikan agama secara formal setuju saja dengan kaidah "Semua bentuk ibadah itu pada dasarnya dilarang keculai ada dalil yang memerintahkannya". Kenapa saya setuju dengan perlunya dalil, karena saya tidak tahu mamfaat ibadah secara rasional kecuali ada keterangan dalil. Seperti tentang sholat tadi. Kalau mamfaat daging sapi orang sudah tahu karena dapat dibuktikan langsung di dunia ini. Tapi urusan ritual berbeda. Mamfaat sholat di (samping) kuburan hanya akan ketahuan buktinya nanti di akhirat. Untuk urusan akhirat ini satu-satunya orang yang saya percayai adalah Nabi Muhammad semoga sholawat dan salam atasnya. Siapapun manusia sesudahnya bila mau berbicara urusan akhirat harus bisa menunjukkan apakah itu pernah dikatan oleh beliau (Al-Qur'an atau Hadits) atau dicontohkan atau ada perbuatan sahabat yang disetujui olehnya. Kalau tidak saya akan memilih ibadah yang sudah jelas aja. Nah akhi yang "ngotot membela ritual di (dekat) kuburan, tolong tunjukkan dalil yang menjelaskan mamfaatnya. Dalil yang kuat yang mampu "melawan" alasan makruh yang telah disebutkan oleh ulama.

    BalasHapus
  41. KOPLAK
    pantesan umat islam ga pernah unjuk gi2 stelah perang salib. sibuk hina2an rupanya. Sadar dong....jgn ngrasa pinter sendiri, bner sendiri.
    Klo emang masjid dikuburan ato solat dikuburan terjadi selisih pendapat apa susahnya ga usah bikin masjid di kuburan ato ngga solat di kuburan?? kan demi kemaslahatan ummat biar ga cerai berai.
    Lagian banyak koq masjid yg cuma namanya masjid (terlalu banyak malah) cuma rame saat sholat id. Yg klo sholat 5 waktu makmum nya bahkan ga penuh 1 shaf.Knapa ga di makmurkan??
    APA KARENA SIBUK DEBAT???

    BalasHapus
  42. komentar yang cuma caci maki tolong di hapuss,,,, yang kopas kpanjangan tuhhhh tolong di bersihkan...

    BalasHapus