Selamat datang di blog saya yang sederhana ini yang menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian ASWAJA di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja

Kamis, 20 Desember 2012

Wahabi; melestarikan peninggalan sejarah Muhammad bin Abdul Wahhab dan memusnahkan peninggalan bersejarah Nabi Muhammad bin Abdillah



Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang telah membersihkan agama Islam dari segala takhayyul, bid’ah dan khurafat ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang paling berjasa menumpas segala bentuk kesyirikan ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang paling berjasa untuk agama Islam ini ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang telah menyempurnakan agama Islam ini ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang telah menghilangkan tradisi kejahiliyaan ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang paling mengerti tauhid ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang paling zuhud ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang paling wira’i ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang paling berjasa bagi umat Islam di seluruh dunia ini ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang telah memerangi kemusyrikan ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang telah menyempurnakan makna Tauhid ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang paling engkau cintai ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Jika ada yang bertanya : Siapakah manusia yang paling engkau perhatikan dan pedulikan atas semua peninggalannya ?

Ahlus Sunnah menjawab : Nabi Muhammad bin Abdillah
Wahabi menjawab : Muhammad bin Abdul Wahhab

Tanya jawab imajiner di atas bukanlah sekedar Tanya jawab ilusi atau pun sangkaan, namun berdasarkan sebuah realita yang terjadi pada kehidupan dan perbuatan mereka secara sadar atau pun tidak yang telah mereka praktekkan.

Dari sekian jawaban realita wahabi di atas, maka jawaban realita yang terakhir yang akan saya ungkapkan pada artikel kali ini untuk pembaca agar menjadi ‘ibrah buat kita dan renungan buat wahabi, mungkin saja ada salah satu dari mereka yang menyadarinya dan mau kembali pada ajaran yang Haq.

Sudah tak asing lagi bagi kaum muslimin bahwa wahabi telah benar-benar berusaha menghilangkan jejak dan peninggalan bersejarah Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabat beliau..

Jika pembaca berkunjung ke Mamlakah (Saudi), lalu menanyakan di mana rumah bekas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan atau kamarnya, maka jangan harap dapat menemukannya, jika anda bertanya di mana pemakaman keluarga dan para sahabat Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam di Baqi’? Maka jangan harap anda dapat melihat kubah-kubah atau bahkan gundukan-gundukan makam yang konon terpampang jelas di sana dari jejauhan.. saya tak akan berpanjang lebar membahas hal ini, silakan baca pada artikel kami di http://ibnu-alkatibiy.blogspot.com/2011/12/mereka-menghapus-pusaka-dan-warisan.html untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang musnahnya eksisteni pemakaman keluarga dan sahabat Nabi di Baqi’ dan peninggalan sejarah lainnya .

Sekarang kita tengok fakta dan realita kemunafikan yang dilakukan para pengikut dan pecinta Muhammad bin Abdul Wahhab. Di saat mereka getol dan semangat membongkar pemakaman orang-orang shalih di berbagai daerah dan sangat bergairah membongkar rumah dan kamar Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam dengan alasan takut syirik, maka di saat itu pula semua peninggalan syaikh mereka yaitu Muhammad bin Abdul Wahhab, berupa rumahnya, benteng dan lainnya, mereka jaga dengan baik bahkan diperbaiki lebih bagus lagi dengan alasan menjaga sejarah monumental syaikh mereka tersebut.  Bahkan menurut kesaksian beberapa orang yang pernah berkunjung ke Riyadh, mereka melihat rumah Musailamah al-Kadzdzab seorang yang mengaku nabi, masih bagus dan terjaga di sana.

Berikut foto-foto peninggalan Muh`mamd bin Abdul Wahhab yang dilestarikan dan dijaga dengan baik bahkan disediakan penjaganya di Huraimala :

* Rumah Muhammad bin Abdul Wahhab


* Benteng Muhammad bin Abdul Wahhab :


* Gerbang benteng Raja Abdul Aziz :


* Kursi raja Abdul Aziz :


* Benteng peninggalan Yahudi di Madinah yang tidak disentuh wahabi :



Setelah sekian lama berdiri bangunan-bangunan peninggalan Muhammad bin Abdul Wahhab, kemudian keluarlah fatwa dari majlis pembahasan ilmiyyah Saudi Arabia yang dikeluarkan oleh Ibnu Baz untuk menghancurkan rumah Muhammad bin Abdul Wahhab tersebut. Namun rumah Muhammad bin Abdul Wahhab yang diagung-agungkan para pengikutnya dan ditakutkan terjadinya kesyirikan oleh Ibn Baz, faktanya sampai sekarang tidak dihancurkan oleh mereka bahkan mereka mereparasi dan merenovasi rumah syaikh mereka tersebut sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya.



* Rancangan kedepan pembangunan tempat rekreasi dan wisata kelas dunia di Riyadh : 



* Rancangan kedepan pembangunan lembaga yang menyangkut sejarah Muhammad bin Abdul Wahhab :






Peringatan :

Melihat realita yang menyayat hati kaum muslimin ini, maka semakin jelas bahwa doktrin wahabi-salafi tidak ada lain ingin menghilangkan semua yang berkaitan dengan Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya dengan alasan menutup rapat-rapat perantara kesyirikan dan menggantinya dengan syi’ar-syi’ar Muhammad bin Abdul Wahhab dan raja Saudi dengan alasan melestarikan sejarah perjuangan dan jasa Muhammad bin Abdul Wahhab dan raja Muhammad bin Saud.

Rencana-rencana mereka itu, sedikit demi sedikit mulai terealisasikan secara sistematis. Fatwa-fatwa ulama wahabi sangat berperan di dalam memusnahkan eksistensi peninggalan sejarah Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam berserta keluarga dan para sahabatnya. Tengok dan telitilah terhadap fatwa-fatwa hina dan nista ulama wahabi yang berkaitan dengan pribadi dan haq-haq Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam :

1. Fatwa Nabi Muhammad Saw sesat sebelum jadi Nabi. Lihat Fatawa syaikh Albani; halaman 432

2. . Nabi Muhammad Saw bukanlah makhluk yang termulia. Lihat at-Tawassul ‘anwa’uhu wa ahkamuhu hal ; 149

3. Mengharamkan safar untuk ziyarah ke makam Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam. Lihat Fatawa Al-Bani fil madinah wal imaarat halaman 12.

4. Fatwa wajib menghancurkan kubah makam Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam. Lihat kitab Raiyadhul Jannah; Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i

5. Memfatwakan bahwa membiarkan makam Nabi Shallahu ‘alahi wa sallam di dalam masjid Nabawi adalah perbuatan bid’ah, artinya wajib di bongkar dan dipindahkan keluar masjid. Lihat kitab Manasik al-Hajji wal umrah; Albani halaman 57.

6. Berdoa menghadap makam Nabi Muhamamd Shallahu ‘alaihi wa sallam adalah bid’ah dan syirik. Lihat Fatwa Ibnu Utsaimin min durus wa fataawa al-Harami al-Madani bab hokum menghadap kubur Nabi ketika berdoa.

7. Mengucapkan “ Yaa Muhammad “ adalah syirik. Lihat di video fatwa ulama wahabi : 
http://www.youtube.com/watch?v=GMBXGAsVKzk

8. . Mengharamkan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Shallahu ‘alaihi a sallam. Banyak artikel dari mereka.

9. Mengharamkan membaca sholawat kepada Nabi dengan redaksi dari ulama ahlus sunnah dengan alasan bid’ah.

10. Mengharamkan tawassul kepada Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam. Sangat banyak artikel mereka tentang ini.

11. Bolehnya terjadi perbuatan zina bagi para istri Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam. Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah : 2507 juz 6 hal 26

12. Kedua orangtua Nabi diyakini mereka masuk neraka selama-lamanya. Sangat banyak ditemukan artikel mereka tentang ini di internet.

Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kejahatan wahabi akan terus berlanjut hingga tibanya sang penegak keadilan di akhir zaman kelak yaitu al-Imam Muhammad bin Abdullah yang tersohor dengan sebutan imam Mahdi dan beliaulah kelak yang akan memerangi mereka dan menumpas mereka yang berlindung di bawah naungan Dajjal.

Renungkan hadits Nabi Shallahu ‘alihi wa sallam berikut :

يخرج قوم من قبل المشرق يقرءون القرآن لا يجاوز تراقيهم كلما قطع قرن نشأ قرن حتى يخرج فى بقيتهم 
الدجال

“ Akan keluar dari arah timur sekelompok orang yang membaca Al-Quran namun tidak sampai ke kerongkongan mereka (tidak pandai memahami kandungan Al-Quran dan semua nasehat al-Quran tidak masuk ke dalam hati mereka), tiap kali putus qornnya (tanduknya / kurunnya / masanya) maka muncullah qorn yang lainnya (mereka akan selalu ada di setiap kurun / qorn) hingga generasi mereka selanjutnya akan bersama Dajjal “. (HR. Imam Ahmad dalam musnadnya)


Ibnu Abdillah Al-Katibiy
Kota Santri; 20-12-12

Rabu, 19 Desember 2012

Aqidah wahabi-salafi berkonsekuensi musyriknya imam Ahmad bin Hanbal dan imam Syafi'i


Pemahaman dan Aqidah Wahabi-Salafi menyebabkan takfir (pengkafiran) kepada mayoritas para sahabat Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam dan para imam Ahlus sunnah wal Jama’ah, hampir seluruhnya tak luput dari konsekuensi takfir dari hasil buah pemikiran aqidah mereka.

Salah satu contoh prilaku para imam Ahlus sunnah yang mau tidak mau, wahabi-salafi harus memvonisnya sebagai perbuatan ghuluw dan syirik dalam ajarannya dan aqidahnya adalah sikap imam Ahmad bin Hanbal kepada gurunya yaitu imam Syafi’i. Berikut kisahnya yang ditampilkan imam Baihaqi dalam kitabnya Manaaqib Asy-Syafi’I dengan sanad yang shahih :



“ Sholeh bin Ahmad bercerita “ Suatu hari imam Syafi’I dating menjenguk ayahku yang sedang sakit, tiba-tiba ayahku meloncat menuju imam Syafi’I dan langsung mencium kening gurunya tersebut, kemudian ayahku menempatkan imam Syafi’I di tempat duduk ayahku dan ayahku duduk di hadapan beliau kemudian saling bertanta sesaat. Ketika imam Syafi’I bangkit untuk menaiki tunggaannya, maka ayahku meloncat dan memegang tunggangan imam Syafi’i lalu berjalan bersama beliau. Kisah tersebut didengar oleh imam Yahya bin Ma’in, lalu dating dan berkata kepada ayahku “ Yaa Subhanllah (ungkapan heran), sunnguh besar urusan itu sampai-sampai andai berjalan di sisi tunggan (baghlah, peranakan keledai) imam Syafi’I ?? “, maka ayahku menjawabnya “ Wahai Yahya, seandainya anda berjalan di sisi satunya dari tunggangan beliau itu, maka anda pasti akan mendapat manfaat “. Kemudian ayahku berkata “ Barangsiapa yang ingin mendapatkan ilmu fiqih, maka ciumlah buntut keledai tersebut “.

(Manaaqib Asy-Syafi’I : juz II halaman 253)

Komentar :

1. Dalam kisah tersebut menceritakan kisah imam Ahmad bin Hanbal yang begitu ta’dzim kepada gurunya, hingga saat beliau sakit pun ketika gurunya yaitu imam Syafi’I dating menjenguknya, sepontan beliau bangkit dan meloncat dari pembaringannyauntuk  mendatangi gurunya tersebut kemudian mencium kening imam Syafi’i. Hal ini sudah pasti dalam ajaran wahab-salafi dinilai sebagai sikap ghuluw (berlebihan) dalam menghormati seorang ulama, bahkan tidak jarang mereka berteriak ghuluw kepada kaum muslimin yang merunduk mencium tangan kiyai atau ustdaznya. Bukankah yang dilakukan imam Ahmad bin Hanbal melebihi hal itu ??

Beranikah kalian wahai pengaku-ngaku pengikut manhaj salaf untuk memevonis imam Ahmad bin Hanbal telah berbuat ghuluw yang terlarang ??

2. Dalam kisah tersebut, dikisahkan bahwa imam Ahmad bin Hanbal telah berkata :

“Barangsiapa yang ingin mendapatkan ilmu fiqih, maka ciumlah buntut keledai tersebut “

Ungkapan itu, merupakan ungkapan fatal menurut wahabi-salafi bahkan dinilai syirik, bagaimana mungkin mencium buntut keledai dapat menjadikan seseorang mendapat ilmu fiqih ??

Maka saya tanyakan kepada kalian wahai para pengaku-ngaku pengikut manhaj salaf, beranikah kalian memvonis imam Ahmad bin Hanbal sebagai pelaku syirik dan menjadi musyrik bahkan kafir menurut akidah tauhid uluhiyyah kalian ??

3. Aqidah siapakah yang salah, imam Ahmad bin Hanbal dan imam Syafi’i ataukah aqidah kalian wahai pengaku-ngaku pengikut manhaj salaf ??