Selamat datang di blog saya yang sederhana ini yang menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian ASWAJA di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja

Senin, 29 April 2013

Konflik intern dalam akidah wahabi. Bukti kebathilan akidah wahabi (1)

Selama ini kaum wahabi-salafi menutup-nutupi kerancuan dan kebathilan akidah mereka dari para pengikutnya, karena takut kehilangan masa dan pengikut dan takut pengikutnya beralih ke akidah yang benar dan lurus yaitu Ahlus sunnah wal-jama’ah setelah mengetahui kebathilan ajaran wahabi yang mereka sembunyikan itu.

Saya secara kontinyu akan mengungkap kebathilan ajaran wahabi secara akurat dan bukti valid berdasarkan kitab-kitab ulama wahabi sendiri maupun kitab ulama panutan mereka. Dan menunjukkan pada public kerancuan serta kontradiksi akidah wahabi di kalangan mereka sendiri yang selama ini disembunyikan oleh para tokoh wahabi-salafi. Selanjutnya hidayah hanyalah milik Allah.

Ibnu al-Utsaimin sendiri mengatakan :

لا يمكن ان يقع تعارض بين كلام الله وكلام رسوله الذي صح عنه ابدا لان الكل حق والحق لا يتعارض والكل من عند الله وما عند الله تعالى لا يتناقض : ولو كان من عند غير الله لوجدوا فيه اختلافا كثيرا

“ Tidak mungkin terjadi kontradiksi antara al-Quran dan hadits yang sahih selamanya, karena semuanya adalah benar dan kebenaran tidak akan kontradiksi, semuanya dari Allah dan apa yang datang dari Allah tidak akan kontradiksi : “ Kalau kiranya al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya (QS. An-Nisa : 82) “.(Syarh al-Aqidah al-Wasithiyyah, Ibnu Utsaimin)

●●●
Ibnu Taimiyyah al-Harrani : “ Allah diangkat oleh para malaikat pengemban Arsy, jangan kamu mengingkarinya wahai orang yang suka membual lagi sombong “

Ibnu Utsaimin : “ Allah sama sekali tidak diangkat oleh para malaikat pengemban Arsy, wahai pendusta “

Dua pendapat di atas yang saling kontradiksi itu adalah kesimpulan dari pemikiran akidah masing-masing terkait Istiwa Allah di Arsy yang tidak sepantasnya terjadi, Namun Allah ingin membuktikan kebathilan ajaran mereka.
Simak, perhatikan dan renungkan, semoga kalian wahai wahabi mendapat hidayat dari Allah Swt..

Ibnu Taimiyyah mengatakan :



“ Maka dijawab untuk orang yang suka membual dan sombong ini : " Sesungguhnya Allah maha Agung dari segala sesuatu dan lebih besar dari makhluk-Nya, Dia tidak dibawa oleh Arsy secara keagungan dan kekuatan, dan tidak pula dibawa oleh para malaikat pengangkat Arsy dengan kekuatan mereka, dan tidak pula diangkut oleh Arsy, akan tetapi mereka membawa Allah dengan qudrah Allah “. (Bayan Talbis al-Jahmiyyah :3/695)

Dari kalam Ibnu Taimiyyah ini bisa dipahami bahwa : Para malaikat pengangkat Arsy tidaklah membawa Allah yang ada di Arsy dengan kekuatan mereka sendiri, akan tetapi Allah memberikan kemampuan kepada para malaikat itu sehingga mampu mengangkat Allah yang sedang duduk di Arsy. Lebih jelasnya kita simak kelanjutan cerita Ibnu Taimiyyah berikut :




“ Sungguh telah sampai kepada kami, bahwasanya ketika para malaikat menggotong Arsy dan di atasnya ada Allah di dalam kemuliaan dan kewibawaan-Nya, mereka menjadi lemah dan duduk berlutut sehingga mereka diperintahkan (ditalqin) membaca Laa haula wa laa quwwata illaa billah, seketika mereka mampu menggotongnya dengan qudrah dan iradah Allah. Seandainya bukan karena itu, niscaya Arsy, para malaikat penopang Arsy, langit, bumi dan apa yang ada dalam keduanya tidak akan mampu menggotong Allah “. (Bayan Talbis al-Jahmiyyah : 3/696)

Dari kalam Ibnu Taimiyyah ini bisa dipahami bahwa : Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menggotong Allah yang duduk di atas Arsy, kecuali jika Allah berikan kemampuan maka mereka akan mampu. Sebagaimana para malaikat pengangkat Arsy menjadi lemah dan lemas karena beratnya Allah, akan tetapi ketika mereka mngucapkan kalimat Laa haula wa laa quwwata illa billah, mereka mampu menggotong Allah yang duduk di atas Arsy.

Kelanjutannya Ibnu Taimiyyah mengatakan :



“ Seandainya Allah berkehendak, maka Allah akan bersemayam di punggung nyamuk maka nyamuk pun akan mampu menggotong Allah dengan qudrah dan kelembutan rububiyyah-Nya. Maka bagaimana dengan Arsy yang agung dan lebih besar dari langit dan bumi ? (Bayan Talbis al-Jahmiyyah : 568)

Sekarang kita lihat ucapan Ibnu Utsaimin :




“ Makna Allah bersemayam di atas Arsy, adalah sesungguhnya Allah berada di atas Arsy akan tetapi dengan ketinggian yang khusus, bukan maknanya bahwa Arsy menggotong-Nya selamanya, Arsy tidaklah menggotong Allah demikian juga langit “. (Syarh al-Aqidah al-Wasithiyyah : 1/380)

Kemudian Ibnu Utsaimin melanjutkan di halaman yang lain :



“ Jika Allah kursi-Nya telah meliputi langit dan bumi, maka janganlah seseorang mengangka selamanya dengan sangkaan yang dusta bahwa langit menggotong-Nya dan menaungi-Nya “. (Syarh al-Aqidah al-Wasithiyyah : 2/86)


Saya tanyakan kepada wahabi : Siapakah di antara keduanya yang mengikuti akidah salaf ??

By: Shofiyyah An-Nuuriyyah



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar