Selamat datang di blog saya yang sederhana ini yang menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian ASWAJA di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja

Rabu, 01 Mei 2013

Wahabi merendahkan imam Baihaqi dan Ibnu Hajar

Wahhabi (ibn al-Fauzan) : al-Baihaqi tidak dapat dipercaya dalam menukil, karena dia suka mentakwil ayat shifat. Ibnu Hajar ucapannya tidak ada nilainya dalam masalah ayat shifat karena dia terpengaruh dengan madzhab asy’ariyyah.

Di antara kelicikan ulama wahhabi-salafi untuk menjaring korban supaya banyak pengikut dan tidak percaya dengan ulama besar Ahlus sunnah adalah dengan cara memperingatkan agar menjauhi ulama-ulama besar Ahlus sunnah seperti Imam Abu Bakar al-Baqilani (sudah saya posting), imam As-Subuki (sudah saya posting), imam Nawawi, imam Suyuthi dan lainnya.

Kali ini imam al-Hafidz al-Baihaqi dan imam al-Hafidz Ibnu Hajar yang menjadi korban kebusukan lisan ulama wahhabi-salafi.

Dalam kitab " Ta'qiibaat 'alaa kitaab as-Salafiyyah laisat madzhaban " karya seorang ulama wahhabi yaitu om Shaleh bin Fauzan al-Fauzan, pada halaman 44-45 om Fauzan mengatakan :



" Karena al-Baihaqi lebih condong metakwil ayat shifat, maka penukialnnya tidak bisa dipercaya, karena dia terkadang menggampangkan dalam menukil ".

pada halaman 45 om Fauzan menyinggung al-Hafidz Ibnu Hajar :



" Al-Hafidz Ibnu Hajar terpengaruh dengan madzhab asy-'Ariyyah, maka ucapannya tidak bernilai sama sekali dalam masalah ini ",
==================

Imam Baihaqi (384-458 H) adalah seorang besar ahli hadits dan fiqih. Imam adz-Dazhabi (murid Ibnu Taimiyyah) memuji beliau : " kalau Al-Baihaqi menghendaki, maka ia mampu membuat mazhab sendiri karena keluasan ilmu dan pemahamannya akan masalah-masalah khilafiyah ".

Imam al-Haramain al-Juwaini berkomentar tentang pemahamanImam Baihaqi terhadap mazhab Syafi'i:"Tidak ada pengikut mazhab Syafi'i yang mempunyai keutamaan melebihi Baihaqi, karenakaryanya dalam mengembangkan mazhab dan pendapat Syafi'i."

Imam Ibnu Hajar (773-852 H) Seorang ulama besar yang hafal 300 ribu lebih hadits beserta matan dan sanadnya. Al-‘Allamah Al-’Iraqi berkomentar tentang Al-Hafizh –ketika menyifati dan memujinya: “(Al-Hafizh) adalah seorang syaikh yang berilmu,… Al-Fadhil (memiliki keutamaan), Al-Muhaddits (ahlul hadits), Al-Mufid (yang memberikan faedah), Al-Mujid (yang suka mengerjakan sesuatu dengan baik), Al-Hafizh yang mutqin (teliti), yang dhabith (kuat, teliti, seksama), yang tsiqah (terpercaya), yang ma`mun (dapat dipercaya, aman).…”

Murid Al-‘Allamah Al-’Iraqi yang lain yakni Al-‘Allamah Al-Biqa’i berkata tentang Ibnu Hajar: ”(Al-Hafizh) adalah Syaikhul Islam, perhiasan bagi semesta alam, pemimpin para imam yang ternama, cahaya bagi para pencari petunjuk dari pengikut-pengikut seluruh imam (yang ada), hafizhnya zaman, ustadznya masa, pimpinan para ulama dan raja bagi para fuqaha…”

Nah siapa kah si om Shaleh bin Fauzan al-Fauzan yang lahir tahun 1933 M Ini ?? apakah dia hafal 30 hadits beserta matan dan sanadnya (apalagi 300 rbu hadits) ??? hebat ya kaum muda zaman skrg suka mengkritik imam-imam besar zaman terbaik..merasa lebih pinter dan lebih alim lagi dr imam Baihaqi dan imam Ibnu Hajar...menyuruh orang lain tidak percaya dengan ucapan imam Baihaqi dan Ibnu Hajar, terus harus percaya omongamu om Fuazan ??? Wauw githu...

Nabi bersabda :

Akan ada di akhir zaman suatu kaum yang usianyamuda, dan pemahamannya dangkal, merekamengucapkan perkataan manusia yang paling baik(Rasulullah), mereka lepas dari Islam sebagaimanalepasnya anak panah dari busurnya, iman merekatidak sampai ke tenggorokan..” (HR Bukhari)

Mereka mewarisi akhlak Dzul Khuwaishirah yang tidak menghormati Nabi Saw ketika membagikan harta. Dan sekrang para genarasinya pun dengan ringan mencaci dan menghina para ulama besar Ahlus sunnah sperti Imam Nawawi, imam Ibnu Hajar, imam Fakhru Razi, imam Ash-Shawi, imam Baihaqi, imam Subuki dan lainnya..

By : Shofiyyah An-Nuuriyyah
15-03-2012

Wahabi : imam Subuki adalah penyembah kuburan (quburiyyun)

Perhatikan bagaimana ulama Wahhabi menghina imam Subuki dalam kitab Risalah asy-Syirik halaman : 42 berikut :



" Sedangkan Subuki adalah asy-'Ariyyun dan Quburiyyun ".

Maksud ulama itu adalah imam Subuki itu beraqidah asy'ari yang akidahnya menyimpang yaitu suka mentakwil ayat mutsaybihat. Dan dia adalah quburiyyun yakni suka menyembah kuburan.

==========

Siapa yang tak kenal Imam Tajuddin as-Subki (727-771 H/1327-1370 M) ?? seluruh ulama Islam di penjuru dunia ini mengenal sosok ulama Ahlus sunnah ini dan puluhan kitab karya beliau pun menjadi rujukan dalam berbagai disiplin ilmu oleh para ulama sesudahnya.

Imam Syihabuddin bin Hajjy mengatakan " as-Subky adalah seorang ulama' yang menguasai berbagai ilmu, mulai dari ilmu fiqh, Ushul Fiqh, Hadist, Balaghah, dan ahli membuat syair. Beliau mengarang berbagai macam karangan dalam waktu yang singkat dan disebarkan pada saat beliau masih hidup serta saat beliau telah wafat. "

Di antara karya tulis kitab beliau yang saya tahu dan pernah mempelajarinya adalah :


1. Thabaqatus Syafi'iyah al-Kubra (nama ulama-ulama madzhab Syafi'i).
2. Thabaqatus Syafi'iyah al-Wustha.
3. Thabaqatus Syafi'iyah al-Sughra.
4. Jam'ul Jawami'
5. Man'ul Mawani' 'Ala Jam'ul Jawami'.
6. Al-Asybah wan Nadha'ir.
7. Raf'ul Hajib dari Mukhtashar Ibnu Hajib.
8. Syarh Minhaj Baidlawi dalam bidang Ushul Fiqh yang kemudian diberi nama al-Ibhaj fi Syarh al-Minhaj.
9. Qawa'idud Diin wa 'Umdatul Muwahiddin.
10. Al-Fatawa.
11. Ad-Dalalah 'Ala 'Umumir Risalah.

Kitab "Jam'ul Jawami' " karangan beliau adalah salah satu kitab ushul fiqih yang terkenal di Indonesia, karena banyak dikaji pada pondok-pondok pesantren. Disamping itu, kitab Jam'ul Jawami' tersebut disyarahi oleh banyak ulama, di antaranya oleh:

1. Imam Jalaluddin al-Mahalli (wafat 884 H), dengan nama kitabnya Syarah Jam'ul Jawami'.
2. Imam Zarkasyi (wafat 794 H), dengan nama kitabnya "Tasyniful Masami' Syarah Jam'ul Jawami' ".
3. Imam 'Izzuddin Ibnu Jama'ah al-Kinani (wafat 819 H).
4. Imam al-Ghazzi (wafat 822 H).
5. Ibnu Ruslan (wafat 884 H).

Selain kitab syarah dan hasyiyah, ada pula ulama-ulama yang menazhamkan, yaitu menjadikannya kitab sya'ir sehingga mudah dan dipelajarinya bagi santri-santri yang mengkajinya.

Di antara ulama-ulama yang menazhamkannya adalah:1. Ibnu Rajab at-Thukhi (wafat 853 H).
2. Imam Radhiyuddin bin Muhammad al-Ghazi (wafat 935 H).
3. Imam Jalaluddin as-Suyuthi (wafat 911 H).

Ulama-ulama yang menazhamkan dan mensyarahi kitab Jam'ul Jawami' tersebut adalah ulama-ulama yang bermadzhab Syafi'i. Itu menunjukkan suatu bukti bahwa ilmu ushul fiqih, yaitu ilmu yang bisa membawa orang-orang ke tingkatan derajat Mujtahid, yang sangat digemari dalam kalangan umat Islam yang menganut Madzhab Syafi'i.


Berapa banyak para ulama besar Ahlus sunnah wal -jama'ah yang menjadi korban cacian dan hinaan para ulama Wahhabi yang datang belakangan ini (anak kemaren sore). Bahkan sampai taraf mengkafirkan para ulama besar Ahlus sunnah.

Nabi bersabda :

Akan ada di akhir zaman suatu kaum yang usianyamuda, dan pemahamannya dangkal, merekamengucapkan perkataan manusia yang paling baik(Rasulullah), mereka lepas dari Islam sebagaimanalepasnya anak panah dari busurnya, iman merekatidak sampai ke tenggorokan..” (HR Bukhari)

Kalau di Malaysia golongan ini lebih dikenal dengan " Kaum mude yang suka mengkritik kaum tue (Anak kemaren sore yang suka mengkritik ulama terdahulu).

Mencaci maki ulama sudah menjadi makanan ulama wahhabi contohnya Albani yang hampir seluruh kitabnya dipenuhi celaan dan hinaan kepada para ulam ahli hadits dr kalangan Ahlus sunnah (kapan2 saya kupas habis). Dan bnyak lagi.

Mereka mewarisi akhlak Dzul Khuwaishirah yang tidak menghormati Nabi Saw ketika membagikan harta. Dan sekrang para genarasinya pun dengan ringan mencaci dan menghina para ulama besar Ahlus sunnah sperti Imam Nawawi, imam Ibnu Hajar, imam Fkaru Razi, imam Ash-Shawi, imam Subuki dan lainnya.

By : Shofiyyah An-Nuuriyyah
14-03-2012


Wahhabi : Abu Bakar al-Baqilani (338- 403 H) adalah salah satu bencong-bencong Jahmiyyah asy’Ariyyah.

Menangis hati ini melihat kelakuan ulama wahhabi yang lisannya busuk seperti ini dan banyak mencaci maki para ulama Ahlus sunnah.

Perhatikan cacian ulama Wahhabi ; Samir bin Husain di dalam kitabnya al-juz-u min Fawaid Abi Dzar halaman 16 mengatakan :



" Yang dimaksud dengan Mutakallim Ahlus sunnah adalah Ahlus sunnah palsu yaitu bencong-bencong Jahmiyyah dan asy’ariyyah ".

Siapa yang tak kenal Imam Abu Bakar al-Baqilani ini ?? seorang ulama’ terkemuka dalam Madzhab al-Maliki Al-Asy’ari, penyandang julukan saif al-sunnah ( pedang al-sunnah), lisan al[-ummah ( jurubicara ummat).

Imam abu bakar al-khuwarizmi berkata:” setiap pengarang kitab dibaghdad, biasanya mengakses dari kitab-kitab karangan orang lain kedalam kitabnya, kecuali al-Baqillani yang tidak pernah mengakses dari kitab orang lain dalam menyusun karangannya, karena dadanya telah merekam ilmunya sendiri dan ilmu-ilmu orang lain."

Alibin mahmud al-harbi berkata “semua perbedaan pendapat yang telah disebutkan oleh al-Baqillani dalam karya-karyanya, itu diaksesnya dari hafalannya. Tak seorangpun yang mengarang perbedaan pendapat, kecuali butuh untuk menelaah kitab-kitab yang ditulis pihak lawan, kecuali al-Baqillani.”

Beliau seorang ulama’ yang sangat waro’, zuhud, religius dan selalu menjaga dirinya dari perbuatan yang tercela. Abuhatim al-qozwini berkata, bahwa sifat waro’ , zuhud religius dan kepribadian al-Baqillani dalam menjaga diri yang disembunyikan dari orang lain, lebih besar daripada yang ditampakkannya. Pujian terhadap al-Baqillani tidak hanya mengalir dari pengikut madzhab al-Syafi’i dan Maliki, sebagai mayoritas pengikut madzhab Al-Asy’ari. Bahkan pujian terhadapnya juga mengalir dari tokoh-tokoh pengikut madzhab hanbali, seperti: abu al-hasan al-tamimi al-hanbali yang berkata kepada murid-murid al-Baqillani, “ ikutilah laki-laki ini karena sunnah pasti membutuhkan ilmunya”.

Berapa banyak para ulama besar Ahlus sunnah wal -jama'ah yang menjadi korban cacian dan hinaan para ulama Wahhabi yang datang belakangan ini (anak kemaren sore). Bahkan sampai taraf mengkafirkan para ulama besar Ahlus sunnah.

Nabi bersabda :

Akan ada di akhir zaman suatu kaum yang usianyamuda, dan pemahamannya dangkal, merekamengucapkan perkataan manusia yang paling baik(Rasulullah), mereka lepas dari Islam sebagaimanalepasnya anak panah dari busurnya, iman merekatidak sampai ke tenggorokan..” (HR Bukhari)

Kalau di Malaysia golongan ini lebih dikenal dengan " Kaum mude yang suka mengkritik kaum tue (Anak kemaren sore yang suka mengkritik ulama terdahulu).

Mencaci maki ulama sudah menjadi makanan ulama wahhabi contohnya Albani yang hampir seluruh kitabnya dipenuhi celaan dan hinaan kepada para ulam ahli hadits dr kalangan Ahlus sunnah (kapan2 saya kupas habis). Dan bnyak lagi.

Mereka mewarisi akhlak Dzul Khuwaishirah yang tidak menghormati Nabi Saw ketika membagikan harta. Dan sekrang para genarasinya pun dengan ringan mencaci dan menghina para ulama besar Ahlus sunnah sperti Imam Nawawi, imam Ibnu Hajar, imam Fakhru Razi, imam Ash-Shawi, imam Baihaqi, imam Subuki dan lainnya..


By : Shofiyyah An-Nuuriyyah
14-Maret-2012

Data Mengejutkan : Wahabi adalah pengikut dajjal kelak



Kemunculan Dajjal merupakan puncak dari munculnya fitnah paling besar dan mengerikan di muka bumi ini bagi umat manusia khususnya umat Muslim. Kemunculannya di akhir zaman, di masa imam Mahdi dan Nabi Isa ‘alaihis salam, akan banyak mempengaruhi besar bagi umat muslim sehingga banyak yang mengikutinya kecuali orang-orang yang Allah jaga dari fitnahnya.

Dalam hadits disebutkan :

قام رسول الله صلى الله عليه و سلم في الناس فأثنى على الله بما هو أهله، ثم ذكر الدجال فقال: " إني لأنذركموه، وما من نبي إلا وقد أنذر قومه

“ Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia dan memuji keagungan Allah, kemudian beliau menyebutkan Dajjal lalu mengatakan : “ Sesungguhnya aku memperingatkan kalian akan dajjal, tidak ada satu pun seorang nabi, kecuali telah memperingatkan umatnya akan dajjal “. (HR. Bukhari : 6705)

Dalam hadits lain, Nabi bersabda :

ليس من بلد إلا سيطؤه الدجال

“ Tidak ada satu pun negeri, kecuali akan didatangi oleh dajjal “. (HR. Bukhari : 1782)

Pada kesempatan ini, saya tidak menjelaskan sepak terjang dajjal, namun saya akan sedikit membahas sebagian kaum yang menjadi pengikut dajjal. Dan kali ini, saya tidak mengungkap semua kaum yang mengikuti dajjal, namun saya akan menyinggung satu persoalan yang cukup menarik yang telah diinformasikan oleh nabi bahwa ada kelompok umatnya yang akan menjadi pengikut setia dajjal, padahal sebelumnya mereka ahli ibadah bahkan ibadah mereka melebihi ibadah umat Nabi Muhammad lainnya, mereka rajin membaca al-Quran, sering membawakan hadits Nabi, bahkan mengajak kembali pada al-Quran. Namun pada akhirnya mereka menjadi pengikut dajjal, apa yang menyebabkan mereka terpengaruh oleh dajjal dan menjadi pengikut setianya ? simak uraiannya berikut :

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إنَّ مِن بعْدِي مِنْ أُمَّتِي قَوْمًا يَقْرَؤُنَ اْلقُرآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَلاَقِمَهُمْ يَقْتُلُوْنَ أَهْلَ اْلإسْلاَمِ وَيَدَعُوْنَ أَهْلَ اْلأَوْثَانِ، يَمْرُقُوْنَ مِنَ اْلإسْلاَمِ كمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مَنَ الرَّمِيَّةِ، لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ

“ Sesungguhnya setelah wafatku kelak akan ada kaum yang pandai membaca al-Quran tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala, mereka lepas dari Islam seperti panah yang lepas dari busurnya seandainya (usiaku panjang dan) menjumpai mereka (kelak), maka aku akan memerangi mereka seperti memerangi (Nabi Hud) kepada kaum ‘Aad “.(HR. Abu Daud, kitab Al-Adab bab Qitaalul Khawaarij : 4738)

Nabi juga bersabda :

سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَرْجِعُونَ حَتَّى يَرْتَدَّ عَلَى فُوقِهِ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْ وَقَتَلُوهُ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya. Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa cirri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “.(Sunan Abu Daud : 4765)

Nabi juga bersabda :

سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمانِ قَومٌ أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ قَوْلَ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنَ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، فَإذَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ ، فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْراً لِمَنْ قَتَلَهُمْ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَة

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “.(HR. Imam Bukhari 3342)

Dalam hadits lain Nabi bersabda :

يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ اْلمَشْرِقِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْانَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا قَطَعَ قَرْنٌ نَشَأَ قَرْنٌ حَتَّى يَكُوْنَ آخِرُهُمْ مَعَ اْلمَسِيْخِ الدَّجَّالِ

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)

Ketika sayyidina Ali dan para pengikutnya selesai berperang di Nahrawain, seseorang berkata :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَبَادَهُمْ وَأَرَاحَنَا مِنْهُمْ

“ Alhamdulillah yang telah membinasakan mereka dan mengistirahatkan kita dari mereka “, maka sayyidina Ali menyautinya :

كَلاَّ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ مِنْهُمْ لَمَنْ هُوَ فِي أَصْلاَبِ الرِّجَالِ لَمْ تَحْمِلْهُ النِّسَاءُ وَلِيَكُوْنَنَّ آخِرَهُمْ مَعَ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّال

“ Sungguh tidak demikian, demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya akan ada keturunan dari mereka yang masih berada di sulbi-sulbi ayahnya dan kelak keturunan akhir mereka akan bersama dajjal “.
Penjelasan :

Dalam hadits di atas Nabi menginformasikan pada kita bahwasanya akan ada sekelompok manusia dari umat Nabi yang lepas dari agama Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya dengan sifat dan ciri-ciri yang Nabi sebutkan sebagai berikut dalam hadits-haditsnya di atas :

1. Senantiasa membaca al-Quran, Namun kata Nabi bacaanya tidak sampai melewati tenggorokannya artinya tidak membawa bekas dalam hatinya.
2. Suka memerangi umat Islam.
3. Membiarkan orang-orang kafir.
4. Memperbagus ucapan, namun parkteknya buruk.
5. Selalu mengajak kembali pada al-Quran, namun sejatinya al-Quran berlepas darinya.
6. Bercukur gundul.
7. Berusia muda.
8. Lemahnya akal.
9. Kemunculannya di akhir zaman.
10. Generasi mereka akan terus berlanjut dan eksis hingga menajdi pengikut dajjal.

Jika kita mau mengkaji, meneliti dan merenungi data-data hadits di atas dan melihat realita yang terjadi di tengah-tengah umat akhir zaman ini, maka sungguh sifat dan cirri-ciri yang telah Nabi sebutkan di atas, telah sesuai dengan kelompok yang selalu teriak lantang kembali pada al-Quran dan hadits, kelompok yang senantiasa mempermaslahkan urusan furu’iyyah ke tengah-tengah umat, kelompok yang mengaku mengikut manhaj salaf, kelompok yang senantiasa membawakan hadits-hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam yaitu tidak ada lain adalah wahhabi yang sekarang bermetomorfosis menjadi salafi.

Membaca al-Quran dan selalu membawakan hadist-hadits Nabi adalah perbuatan baik dan mulia, namun kenapa Nabi menjadikan hal itu sebagai tanda kaum yang telah keluar dari agama tersebut?? Tidak ada lain, agar umat ini tidak tertipu dengan slogan dan perilaku mereka yang seakan-akan membawa maslahat bagi agama Islam. Ciri mereka yang suka memerangi umat Islam, tidak samar dan tidak diragukan lagi, sejarah telah mencatat dan mengakui sejarah berdarah mereka di awal kemuculannnya, ribuan umat Islam dari kalangan awam maupun ulamanya telah menjadi korban berdarah mereka hanya karena melakukan amaliah yang mereka anggap perbuatan syirik dan kufr dan dianggap telah menentang dakwah mereka. Namun dengan musuh Islam yang sesungguhnya, justru mereka biarkan bahkan hingga saat ini mereka akrab dengan kaum kafir, adakah sejarahnya mereka memerangi kaum kafir??

Ciri berikutnya adalah memperbagus ucapan namun prakteknya buruk, mereka jika berbicara dengan lawannya selalu mengutarakan ayat-ayat al-Quran dan hadits, namun ucapanya tersebut tidaklah dinyatakan dalam prakteknya, kadang mereka membaca mushaf al-Quran pun sambil tiduran tanpa ada adabnya sama sekali.

Ciri berikutnya adalah mereka senantiasa berkoar-koar kepada kaum muslimin lainnya agar kembali pada al-Quran. Tanda mereka ini sangat nyata dan kentara kita ketahui pada realita saat ini, kaum wahabi selalu teriak kepada kaum muslimin untuk kembali pada Al-Quran. Ahlus sunnah selalu mengajak pada Al-Quran karena ajaran mereka memang bersumber dari Al-Quran, namun kenapa Allah menjadikan sifat ini sebagai tanda pada kaum neo khawarij (wahabi) ini?? Sebab merekalah satu-satunya kelompok yang dikenali dikalangan awam yang selalu teriak mengajak pada Al-Quran sedangkan Al-Quran sendiri berlepas diri dari mereka. Sehingga hal ini (yad’uuna ilaa kitabillah; mengajak kepada Al-Quran) menjadi tanda atas kelompok ini bukan pada kelompok khawarij lainnya.

Tanda mereka adalah bercukur gundul, Hal ini menambah keyakinan kita bahwa yang dimaksud oleh Nabi dalam tanda ini adalah tidak ada lain kelompok wahabi. Tidak ada satu pun kelompok ahli bid’ah yang melakukan kebiasaan dan melazimkan mencukur gundul selain kelompok wahabi ini, mereka kelompok sesat lainnya hanya bercukur gundul pada saat ibadah haji dan umrah saja sama seperti kaum muslimin Ahlus sunnah. Namun kelompok wahabi ini menjadikan mencukur gundul ini suatu kelaziman bagi pengikut mereka kapan pun dan dimana pun. Bercukur gundul ini pun telah diakui oleh Tokoh mereka; Abdul Aziz bin Hamd (cucu Muhammad bin Abdul Wahhab) dalam kitabnya Majmu’ah Ar-Rasaail wal masaail : 578.

Cirri berikutnya adalah berusia muda dan akalnya lemah, Mereka pada umumnya masih berusia muda tetapi lemah akalnya, atau itu adalah sebuah kalimat majaz yang bermakna orang-orang yang kurang berpengalaman atau kurang berkompetensi dalam memahami Al Qur’an dan As Sunnah. Subyektivitas dengan daya dukung pemaham yang lemah dalam memahaminya, bahkan menafsiri ayat-ayat Al-Qur`an dengan mengedepankan fanatik dan emosional golongan mereka sendiri.

Kemunculan kaum ini ada di akhir zaman sebagaimana hadits Nabi di atas, kemudian generasi mereka juga akan terus berlanjut hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal menjadi pengikut setianya.
Namun apa yang menyebabkan mereka terpengaruh oleh dajjal dan menjadi pengikut dajjal ?? berikut kajian dan analisa ilmiyyahnya :

Sebab pertama : Wahabi beraqidahkan tajsim dan tsyabih.

Sudah maklum dalam kitab-kitab mereka bahwa mereka meyakini Allah itu memiliki organ-organ tubuh seperti wajah, mata, mulut, hidung, tangan, kaki, jari dan sebagainya, dan mereka mengatakan bahwa organ tubuh Allah tidak seperti organ tubuh makhluk-Nya.

Mereka juga meyakini bahwa Allah bertempat yaitu di Arsy, mereka juga memaknai istiwa dengan bersemayam dan duduk dan menyatakan semayam dan duduknya Allah tidak seperti makhluk-Nya. Mereka meyakini Allah turun ke langit dunia dari atas ke bawah di sepertiga malam terakhir, dan meyakini bahwa ketika Allah turun maka Arsy kosong dari Allah namun menurut pendapat kuat mereka Arasy tidak kosong dari Allah. Sungguh mereka telah memasukkan Allah dalam permainan pikiran mereka yang sakit itu. Dan lain sebagainya dari pensifatan mereka bahwa Allah berjisim..
Nah, demikian juga dajjal, renungkanlah kisah dajjal yang disebutkan oleh Nabi dalam hadts-hadits sahihnya, bahwasanya dajjal itu berjisim, berorgan tubuh, memiliki batasan, dia berjalan secara hakikatnya, dia turun secara hakikatnya, dia berlari kecil secara hakikatnya, dia memiliki kaki secara hakikat, memiliki tangan secara hakikat, memiliki mata secara hakikat, memiliki wajah secara hakikat dan lain sebagainya..dan tidak ada lain yang menyebabkan mereka mengakui dajjal sebagai tuhannya kecuali karena berlebihannya mereka di dalam menetapkan sifat-sifat Allah tersebut dan memperdalam makna-maknanya hingga sampai pada derajat tajsim.

Perhatikan dan renungkan sabda Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam berikut :

إني حدثتكم عن الدجال، حتى خشيت أن لا تعقلوا ، إن المسيح الدجال قصير أفحج ، جعد أعور ، مطموس العين ، ليست بناتئة ، ولا جحراء ، فإن التبس عليكم ، فاعلموا أن ربكم ليس بأعور

“ Sesungguhnya aku ceritkan pada kalian tentang dajjal, karena aku khawatir kalian tidak bisa mengenalinya, sesungguhnya dajjal itu pendek lagi congkak, ranbutnya keriting (kribo), matanya buta sebelah dan tidak menonjol dan cengkung, jika kalian masih samar, maka ketahuilah sesungguhnya Tuhan kalian tidaklah buta sebelah matanya “. (HR. Abu Dawud)

Nabi benar-benar khawatir umatnya tidak bisa mengenali dajjal, dan Nabi menyebutkan cirri-ciri dajjal yang semuanya itu bermuara pada jisim, dan menyebutkan aib-aib yang disepakati oleh kaum musyabbih dan sunni yang mutanazzih, namun kaum musyabbihah (wahabi-salafi) sangat mendominasi pada pemikiran tajsimnya sehingga bagi mereka Allah Maha melakukan apapun, dan Allah maha Mampu atas segala sesuatu, bahkan menurut mereka kemampuan Allah memungkinkan berkaitan dengan perkara yang mustahil bagi-Nya yang seharusnya kita sucikan, sehingga berkatalah sebagian mereka : Bahwa Allah jika berkehendak untuk bersemayam di punggung nyamuk, maka Allah pun akan bersemayam di atasnya. Naudzu billahi min dzaalik..

Sebab kedua : Tidak adanya pehamahan mereka tentang perkara-perkara di luar kebiasaan (khawariqul ‘aadah) atau disebut karomah.

Realita yang ada saat ini, kaum wahhabi-salafi tidak pernah membicarakan tentang khawariqul ‘aadah atau karomah, bahkan mereka mengingkari karomah-karomah para wali Allah yang disebutkan oleh para ulama hafidz hadits seperti al-Hafidz Abu Nu’aim dalam kitab hilyahnya, imam Khatib al-Baghdadi dalam kitab Tarikhnya dan lainnya, bahkan mereka memvonis kafir kepada sebagian para wali Allah yang mayoritas ahli tasawwuf. Mereka tidak bisa mencerna karomah-karomah para wali yang ada sehingga tidak mempercayai imdadaat ruhiyyah (perkara luar biasa yang bersifat ruh) yang Allah berlakukan di tangan para wali-Nya yang bertaqwa sebagai kemuliaan Allah atas mereka.

Sedangkan dajjal akan dating dengan kesaktian-kesaktian yang lebih hebat dan luar biasa sebagai fitnah bagi orang yang Allah kehendaki, menumbuhkan tanah yang kering, menurunkan hujan, memunculkan harta duniawi, emas, permata, menghidupkan orang yang mati dan lain sebagainya, sedangkan kaum wahhabi tidak perneh membicarakan khawariqul ‘aadat semacam itu, sehingg akal mereka tidak mampu membenarkannya, oleh sebab itu ketika dajjal muncul dengan membawa khowariqul ‘aadat semacam itu disertai pengakuan rububiyyahnya, maka bagi wahabi dajjal itu adalah Allah, karena wahabi tidak mengathui sama sekali tentang khowariqul ‘aadat yang Allah jalankan atas seorang dari golongan manusia, mereka pun tidak mampu membedakan antara pelaku secara hakikatnya dan semata-semata sebab / perantaranya, maka bercampurlah pemahaman mereka antara kekhususan sang pencipta dengan makhluk-Nya. Seandainya mereka mengetahui bahwa apa yang terjadi dari khowariqul ‘aadat hanyalah semata-mata dari qudrah Allah, dan manusia hanyalah perantara, maka wahabi tidak akan heran atas apa yang dilakukan dajjal. Dan seandainya kaum wahabi bertafakkur atas khowariqul ‘aadat yang terjadi dari para Nabi dan wali, maka wahabi tidak akan terkena fitnah oleh khowariqul ‘aadat yang terjadi dari dajjal sebagai bentuk istidraajnya.

Yang membedakan khowariqul ‘aadat yang terjadi atas para Nabi dan dajjal adalah bahwa para nabi memperoleh hal itu sebagai penguat kebenaran yang mereka serukan, sedangkan dajjal memperolah hal itu sebagai fitnah atas seseorang yang mengaku rububiyyah, perkara hal itu sama-sama perkara khowariqul ‘aadat (perkara luar biasa).
Sebab ketiga : Bermanhaj khowarij yakni keluar dari jama’ah muslimin dan mengkafirkan kaum muslimin.
Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam mensifati pengikut dajjal bahwasanya mereka adalah kaum khowarij, sebagaimana sebagian telah dijelaskan di awal :

يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ اْلمَشْرِقِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْانَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا قَطَعَ قَرْنٌ نَشَأَ قَرْنٌ حَتَّى يَكُوْنَ آخِرُهُمْ مَعَ اْلمَسِيْخِ الدَّجَّالِ

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)

Arah Timur yang Nabi maksud tidak ada lain adalah arah Timur kota Madinah yaitu Najd sebab Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam telah menspesifikasikan letak posisinya yaitu tempat dimana ciri-ciri khas penduduknya orang-orang yang memiliki banyak unta dan baduwi yang berwatak keras dan berhati kasar dan tempat di mana menetapnya suku Mudhar dan Rabi’ah, dan semua itu hanya ada di Najd Saudi Arabia, Nabi bersabda :

مِنْ هَا هُنَا جَاءَتِ اْلفِتَنُ ، نَحْوَ اْلمَشْرِقِ ، وَاْلجَفَاءُ وَغِلَظُ اْلقُلوْبِ فيِ اْلفَدَّادِينَ أَهْلُ اْلوَبَرِ ، عِنْدَ أُصُوْلِ أَذْنَابِ اْلإِبِلِ وَاْلَبقَرِ ،فِي رَبِيْعَةْ وَمُضَرً

“Dari sinilah fitnah-fitnah akan bermunculan, dari arah Timur, dan sifat kasar juga kerasnya hati pada orang-orang yang sibuk mengurus onta dan sapi, kaum Baduwi yaitu pada kaum Rabi’ah dan Mudhar “. (HR. Bukhari)

Maka kaum wahhabi-salafi ini adalah regenerasi dari kaum khowarij pertama di masa Nabi dan sahabat, perbedaaanya kaum khowarij pertama bermanhaj mu’aththilah (membatalkan sifat-sifat Allah), sedangkan kaum neo khowarij (wahhabi) ini bermanhaj tajsim dan taysbiih. Walaupun berbeda, namun sama-sama menyimpang dari aqidah Islam, dan Allah merubah manhaj mereka dari kejelekan menuju manhaj yang lebih jelek lagi sebagai balasan atas kedhaliman dan kesombongan yang memenuhi hati mereka. Atas manhaj tajsim mereka inilah menjadi penyebab wahhabi mudah terpengaruh oleh dajjal, sedangkan khowarij terdahulu jika masih ada yg mengikuti manhaj ta’thilnya tidak mungkin terpengaruh oleh dajjal, sebab sangat anti terhadap sifat-sifat Allah, mereka mensucikan Allah dari sifat gerak, pindah, bersemayam, diam, duduk, turun dan sebagainya bahkan mereka membatalkan sifat-sifat wajib Allah.

Maka dengan jelas wahabi kelak akan menjadi penikut dajjal, naudzu billahi min syarril wahhabiyyah wa imaamihim dajjal..

Wahhabi-Salafi Neo Khowarij



Nabi shallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

“ Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang membagi-bagikan pembagian(harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Kemudian ‘Umar berkata; Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal batang lehernya!. Beliau berkata: Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti melesatnya anak panah dari hewan buruannya. Kemudian dilihat mata tombaknya dan tidak didapati apa-apa, kemudian dilihat ikatan yang ada di atas mata tombaknya, dan tidak didapati apa-apa. Kemudian dilihat kayu panahnya dan tidak didapati apa-apa, kemudian dilihat bulu panahnya dan tidak didapati apa-apa. Ciri-ciri mereka adalah laki-laki berkulit hitam yang salah satu dari dua lengan atasnya bagaikan payudara wanita atau bagaikan potongan daging yang bergerak-gerak. Mereka akan muncul pada zaman timbulnya firqah/golongan. Abu Sa’id berkata, Aku bersaksi bahwa aku mendengar hadits ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku bersaksi bahwa ‘Ali bin Abu Thalib telah memerangi mereka dan aku bersamanya saat itu lalu dia memerintahkan untuk mencari seseorang yang bersembunyi lalu orang itu didapatkan dan dihadirkan hingga aku dapat melihatnya persis seperti yang dijelaskan ciri-cirinya oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam “. (HR Bukhari 3341)

Dari hadits ini, kita dapat pahami bahwa tokoh awal yang keluar dari Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam adalah Dzul Khuwaishirah at-Tamimi yang berasal dari Najd dan tinggal di sana. Kemudian dari generasi keturunannya atau pengikutnya, akan muncul kelompok yang Nabi sifati dengan sifat-sifat di atas yaitu : sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, senantiasa membaca Al-Quran namun semua itu tidak membekas dalam hatinya dan lepas dari agama sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya dan karena sangat cepat dan kuatnya tarikan sipemanah hingga tidak membekas sedikitpun dari darah atau daging buruannya, artinya mereka lepas dari agama Islam dan tidak membawa sedikitpun darinya. Mereka inilah kaum Khawarij yang akan terus berlanjut hingga masa fitnah dajjal dan awal perbuatan buruk yang mereka lakukan adalah membunuh imam Ali Radhiallahu ‘anhu wa ‘an ashaabi Rasulillah ajma’iin.


Imam Al-Khoththabi berkomentar :

الضئضئ الأصل يريد أنه يخرج من نسله الذين هو أصلهم أو يخرج من أصحابه وأتباعه الذين يقتدون به ويبنون رأيهم ومذهبهم على أصل قوله

“ Makna dhidhi’ adalah asal. Nabi bermaksud bahwa akan keluar dari keturunannya orang-orang yang dia (Dzul Khuwaishirah) menjadi bibit awal mereka, atau akan keluar dari sahabatnya atau pengikutnya yang mengikutinya dan membangun pemikiran dan madzhabnya atas dasar asal ucapannya “. selesai.

=========

Di antara kaum yang mengikuti manhaj Dzul Khuwaishirah at-Tamimi tersebut adalah kaum wahabi, kenapa ?

Sebab Rasulullah Saw telah menginformasikan sifat dan ciri-ciri mereka :

1. Kemunculan mereka dari arah Timur kota Madinah tepatnya dari kota Najd Saudi Arabia :

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من ها هنا جاءت الفتن ، نحو المشرق ، والجفاء وغلظ القلوب في الفدادين أهل الوبر ، عند أصول أذناب الإبل والبقر ، في ربيعة ومضر

“Dari sinilah fitnah-fitnah akan bermunculan, dari arah Timur, dan sifat kasar juga kerasnya hati pada orang-orang yang sibuk mengurus onta dan sapi, kaum Baduwi yaitu pada kaum Rabi’ah dan Mudhar “. (HR. Bukhari)

Suku Rabi'ah dan Mudhar sudah jelas berada di Najd...

2. Sering membawakan hadits-hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam dan juga ayat-ayat Al-Quran ;

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda ;

سيخرج في آخر الزمان قوم أحداث الأسنان سفهاء الأحلام يقولون قول خير البرية يقرؤون القرآن لا يجاوز حناجرهم يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية ، فإذا لقيتموهم فاقتلوهم ، فإن قتلهم أجراً لمن قتلهم عند الله يوم القيامة

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “.(HR. Imam Bukhari : 3342)

3. Mereka selalu mengajak kembali kepada Al-Quran.

يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ .

" Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa cirri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “.
(Sunan Abu Daud : 4765)

4. Berusia muda dan lemahnya akal. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda ;

سيخرج في آخر الزمان قوم أحداث الأسنان سفهاء الأحلام يقولون قول خير البرية يقرؤون القرآن لا يجاوز حناجرهم يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية ، فإذا لقيتموهم فاقتلوهم ، فإن قتلهم أجراً لمن قتلهم عند الله يوم القيامة

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “.(HR. Imam Bukhari 3342)

5. Bercukur gundul. Cirri khas ini merupakan cirri khas yang sangat menonjol bagi mereka dan merupakan penetapan dan penentuan dari Nabi shallahu ‘alaihi terhadap kelompok wahabi saat awal kemunculannya. Karena tidak ada satupun kelompok ahlul bid’ah yang melakukan kebiasaan itu selain kelompok wahabi ini.

يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ .

" Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa cirri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “.
(Sunan Abu Daud : 4765)

6. Mereka akan bersama dajjal di dalam menyebarkan fitnah terhadap kaum muslimin :

Rasul juga memberitahukan pada kita bahwa generasi mereka akan terus ada sampai akhir zaman dan sampai mereka menjadi pengikut dajjal.

Dalam riwayat lainnya, Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يخرج ناس من المشرق يقرؤن القران لا يجاوز تراقيهم كلما قطع قرن نشأ قرن حتى يكون آخرهم مع المسيخ الدجال

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)
Ketika sayyidina Ali dan para pengikutnya selesai berperang di Nahrawain, seseorang berkata :

الحمد لله الذي أبادهم وأراحنا منهم

“ Alhamdulillah yang telah membinasakan mereka dan mengistirahatkan kita dari mereka “, maka sayyidina Ali menyautinya :

كلا والذي نفسي بيده إن منهم لمن هو في أصلاب الرجال لم تحمله النساء وليكونن آخرهم مع المسيح الدجال

“ Sungguh tidak demikian, demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya akan ada keturunan dari mereka yang masih berada di sulbi-sulbi ayahnya dan kelak keturunan akhir mereka akan bersama dajjal “.

Detik-detik penantian hadirnya imam Mahdi.


Imam Mahdi akan segera muncul.



Ya, Allah tebangun gara-gara ngimpi Palestina..

Saya jadi teringat, informasi dari Nabi kita tercinta Rasul Saw bahwa dari umat beliau akan selalu ada kelompok yang terus memperjuangkan kebenaran.

Nabi Saw bersabda:

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَايَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ".

" Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menghina-kan mereka, sehingga datang keputusan Allah dan mereka masih tetap demikian." (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain kelompok tsb ditentukan oleh Nabi dalam beberapa tempatnya di Damaskus dan Baitul Maqdis.

Nabi Saw bersabda :

"لَا تَزَالُ عِصابَةٌ مِن أُمَّتي يُقاتِلونَ علَى أبوابِ دِمَشْقَ ومَا حَوْلَهُ، وعلَى أبوابِ بيتِ المَقْدِسِ ومَا حَوْلَهُ،لَا يَضُرُّهُم خِذْلانُ مَن خذَلهم، ظَاهِرِين علَى الحَقِّ إلى أنْ تَقُومَ السَّاعَةُ"

" Senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berperang di pintu-pintu Damaskus dan sekitarnya dan di pintu-pintu Baitul Maqdis dan sekitarnya, selalu memperjuangkan kebenaran tidak membahayakan mereka orang yang menghina-kan mereka, hingga tiba hari kiamat ".

========

Terlepas dari status hadits yang kedua itu, maka jika kita gabungkan hadits sahih yang pertama dengan hadits yang kedua, maka akan membuahkan pemahaman bahwa kelompok pejuang kebenaran itu adalah berada di mana saja, dan mereka akan berjuang lillahi Ta'ala khususnya di dalam merebut kembali negeri Palestina.

Peristiwa itu adalah menjelang kedatangan imam Mahdi dan Nabi Isa hingga imam Mahdi berperang melawan kaum kafir dan Nabi Isa mengalahkan Dajjal.

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkomentar :

المراد بالذين يكونون ببيت المقدس الذين يحصرهم الدجال إذا خرج،
فينزل عيسى إليهم فيقتل الدجال،ويظهر الدين في زمن عيسى

" Yang dimaksud dengan orang-orang yang ada di Baitul Maqdis adalah mereka kaum muslimin yang diboikot oleh dajjal ketika keluar, kemudian Nabi Isa turun untuk menyelamatkan kaum muslimin dan membunuh dajjal. Tampaklah (kemenangan) Agama di zaman nabi Isa " (Fathul Bari : 13/294)

Imam Ahmad berkata " Jika mereka bukan ahli hadits, maka aku tidak tahu siapa lagi mereka ".

Imam Qadhi Iyadh mengatakan :

إنماأراد أحمد أهل السنة والجماعة ومن يعتقد مذهب أهل الحديث

" Yang dimaksud oleh imam Ahmad adalah kelompok Ahlus sunnah wal jama'ah dan yang beri'tiqad dengan madzhab ahli hadits ".

Alhamdulillah, Mereka para pejuang kebenaran dan pasukan Imam Mahdi adalah kelompok Ahlus sunnah waljama'ah, pecinta Ahlul bait Nabi Saw dengan adil (bukan syi'ah) dan pengikut madzhab ulama ahli hadits (imam madzhab dan para ulama hadits lainnya).

Ibnu Abdillah Al-Katibiy
19-11-2012, Kota Santri