Selamat datang di blog saya yang sederhana ini yang menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian ASWAJA di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja

Rabu, 01 Mei 2013

Wahabi : imam Subuki adalah penyembah kuburan (quburiyyun)

Perhatikan bagaimana ulama Wahhabi menghina imam Subuki dalam kitab Risalah asy-Syirik halaman : 42 berikut :



" Sedangkan Subuki adalah asy-'Ariyyun dan Quburiyyun ".

Maksud ulama itu adalah imam Subuki itu beraqidah asy'ari yang akidahnya menyimpang yaitu suka mentakwil ayat mutsaybihat. Dan dia adalah quburiyyun yakni suka menyembah kuburan.

==========

Siapa yang tak kenal Imam Tajuddin as-Subki (727-771 H/1327-1370 M) ?? seluruh ulama Islam di penjuru dunia ini mengenal sosok ulama Ahlus sunnah ini dan puluhan kitab karya beliau pun menjadi rujukan dalam berbagai disiplin ilmu oleh para ulama sesudahnya.

Imam Syihabuddin bin Hajjy mengatakan " as-Subky adalah seorang ulama' yang menguasai berbagai ilmu, mulai dari ilmu fiqh, Ushul Fiqh, Hadist, Balaghah, dan ahli membuat syair. Beliau mengarang berbagai macam karangan dalam waktu yang singkat dan disebarkan pada saat beliau masih hidup serta saat beliau telah wafat. "

Di antara karya tulis kitab beliau yang saya tahu dan pernah mempelajarinya adalah :


1. Thabaqatus Syafi'iyah al-Kubra (nama ulama-ulama madzhab Syafi'i).
2. Thabaqatus Syafi'iyah al-Wustha.
3. Thabaqatus Syafi'iyah al-Sughra.
4. Jam'ul Jawami'
5. Man'ul Mawani' 'Ala Jam'ul Jawami'.
6. Al-Asybah wan Nadha'ir.
7. Raf'ul Hajib dari Mukhtashar Ibnu Hajib.
8. Syarh Minhaj Baidlawi dalam bidang Ushul Fiqh yang kemudian diberi nama al-Ibhaj fi Syarh al-Minhaj.
9. Qawa'idud Diin wa 'Umdatul Muwahiddin.
10. Al-Fatawa.
11. Ad-Dalalah 'Ala 'Umumir Risalah.

Kitab "Jam'ul Jawami' " karangan beliau adalah salah satu kitab ushul fiqih yang terkenal di Indonesia, karena banyak dikaji pada pondok-pondok pesantren. Disamping itu, kitab Jam'ul Jawami' tersebut disyarahi oleh banyak ulama, di antaranya oleh:

1. Imam Jalaluddin al-Mahalli (wafat 884 H), dengan nama kitabnya Syarah Jam'ul Jawami'.
2. Imam Zarkasyi (wafat 794 H), dengan nama kitabnya "Tasyniful Masami' Syarah Jam'ul Jawami' ".
3. Imam 'Izzuddin Ibnu Jama'ah al-Kinani (wafat 819 H).
4. Imam al-Ghazzi (wafat 822 H).
5. Ibnu Ruslan (wafat 884 H).

Selain kitab syarah dan hasyiyah, ada pula ulama-ulama yang menazhamkan, yaitu menjadikannya kitab sya'ir sehingga mudah dan dipelajarinya bagi santri-santri yang mengkajinya.

Di antara ulama-ulama yang menazhamkannya adalah:1. Ibnu Rajab at-Thukhi (wafat 853 H).
2. Imam Radhiyuddin bin Muhammad al-Ghazi (wafat 935 H).
3. Imam Jalaluddin as-Suyuthi (wafat 911 H).

Ulama-ulama yang menazhamkan dan mensyarahi kitab Jam'ul Jawami' tersebut adalah ulama-ulama yang bermadzhab Syafi'i. Itu menunjukkan suatu bukti bahwa ilmu ushul fiqih, yaitu ilmu yang bisa membawa orang-orang ke tingkatan derajat Mujtahid, yang sangat digemari dalam kalangan umat Islam yang menganut Madzhab Syafi'i.


Berapa banyak para ulama besar Ahlus sunnah wal -jama'ah yang menjadi korban cacian dan hinaan para ulama Wahhabi yang datang belakangan ini (anak kemaren sore). Bahkan sampai taraf mengkafirkan para ulama besar Ahlus sunnah.

Nabi bersabda :

Akan ada di akhir zaman suatu kaum yang usianyamuda, dan pemahamannya dangkal, merekamengucapkan perkataan manusia yang paling baik(Rasulullah), mereka lepas dari Islam sebagaimanalepasnya anak panah dari busurnya, iman merekatidak sampai ke tenggorokan..” (HR Bukhari)

Kalau di Malaysia golongan ini lebih dikenal dengan " Kaum mude yang suka mengkritik kaum tue (Anak kemaren sore yang suka mengkritik ulama terdahulu).

Mencaci maki ulama sudah menjadi makanan ulama wahhabi contohnya Albani yang hampir seluruh kitabnya dipenuhi celaan dan hinaan kepada para ulam ahli hadits dr kalangan Ahlus sunnah (kapan2 saya kupas habis). Dan bnyak lagi.

Mereka mewarisi akhlak Dzul Khuwaishirah yang tidak menghormati Nabi Saw ketika membagikan harta. Dan sekrang para genarasinya pun dengan ringan mencaci dan menghina para ulama besar Ahlus sunnah sperti Imam Nawawi, imam Ibnu Hajar, imam Fkaru Razi, imam Ash-Shawi, imam Subuki dan lainnya.

By : Shofiyyah An-Nuuriyyah
14-03-2012


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar