Selamat datang di blog saya yang sederhana ini yang menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian ASWAJA di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja

Rabu, 20 November 2013

Tabarruk dengan makam orang shaleh adalah musyrik, tapi tidak dengan tanah makam Ibnu Taimiyyah

Kelompok minoritas yang mengaku mengikuti dan membela sunnah Nabi serta mengaku cinta Nabi, sudah dikenal hoby memvonis syirik, musyrik kepada mayoritas muslimin yang bertabarruk ke makam orang-orang shaleh. Bahkan mereka pun memvonis syirik orang yang bertawassul dengan Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam.
Tapi faktanya, dengan bangga mereka menceritakan dalam salah satu kitab karya ulama wahabi suatu kisah di mana pecinta Ibnu Taimiyyah bertabarruk dengan tanah makamnya untuk kesembuhan dari penyakit mata. Tak ada satu pun wahabi yang memvonis syirik perbuatan ini, atau minimal mengkritik tulisan ulama wahabi yang menulis kisah tersebut. Saya publish di sini supaya para korban penipuan wahabi sadar dan mau merenungi kerancuan dan kegalauan cara berpikir kaum wahabi-salafi ini.

Di dalam kitab yang berjudul ‘ Ar-Raddu Al-Wafir ‘ala man za’ama bianna man summiya bi-ibni Taimiyyah kafir “ halaman : 135 karya Ibnu Nashiruddin ad-Dimasyqi yang ditahqiq oleh Zuhair asy-Syawis (ulama yang diklaim ahli hadits sahabat Albani selama 40 tahun) disebutkan :

Diriwayatkan oleh Ibnu Hajji dari Al-Baththoihi Al-Mizzi, ia berkata :

“ Ketika aku masih muda, dan putriku terkena penyakit mata. Aku memiliki keyakinan pada Ibnu Taimiyah. Beliau juga sahabat ayahku dan sering berkunjung pada ayahku. Maka aku berkata dalam hati “ Aku akan datang ke makam Ibnu Taimiyah dan mengambil tanah untuk aku jadikan cela mata putriku, akrena putriku sudah lama sakit mata dan cela apapun belum bisa menyembuhkannya. Maka aku dating ke kuburan Ibnu Taimiyah lalu aku melihat seorag dr Baghdad sdang mengumpulkan tanah kubur beliau.
Lalu aku bertanya kpdanya “ Apa yang sedang kau lakukan ? “

Ia menjawab “ Aku mangambil tanah Ini untuk aku jadikan tanah celak bagi anak-anaku yang sedang sakit mata “.

Lalu aku bertanya lagi “ Apakah bermanfaat ?”

Ia menjawab “ Ya, dan ini sungguh mujarrob “. Maka aku brtambah yakin atas tujuanku dating ke sini, lalu aku mngambil tanah kubur Ibnu Taimiyah dan aku jadikan cela lalu kugunakan pada putriku yg sdang tidur, maka sembuhlah “. (Kitab Ar-Raddu Al-Wafir halaman : 135)


Pada edisi terbarunya terbitan Kurdustan al-‘Ilmiyyah Mesir tahun 1429 H teks itu disebutkan pada halaman 97. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar