Selamat datang di blog saya yang sederhana ini yang menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian ASWAJA di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja

CURHAT

MOHON SABAR MENUNGGU HINGGA PROSES LODING SELESAI DENGAN SEMPURNA

HIMMAH FORUM

3 komentar:

  1. Assalamualaikum wr wb,

    Saya barusan dengerin Radio online kok RAS 95.5FM Jakarta yang katanya radio dakwah isinya musik lagu2 pop campur barusan aja dengerin.
    Radio Madu FM, isinya bahasa jawa, isinya iklan bisnis penjualan, berita pemilu dll.
    Radio Sarkub Bojonegoro, isinya music dangdut jawa.

    Bagaimana bisa dikategorikan radio dakwah ya?

    Link radio yang lain banyak yang ga bisa, ada bbrp radio yang memang isinya sari tilawah, 720AM jakarta, 105.5FM Malang, Risalah FM Kediri jg lagi bahas akhlak, alhamduliLLAH..

    wallahu a'lam

    BalasHapus
  2. Wa'alaikum salam..

    Dakwah itu berasal dari kata da'aa artinya mengajak. DAKWAH adalah mengajak umat untuk meningkatkan kwalitas keimanan dan ketaqwaannya pd Allah Swt.

    Radio Dakwah artinya radio yang programnya mengajak pendengar untuk ikut bersama-sama mengingat Allah dan Rasul-Nya di dalam meningkatkan kwalitas iman dan taqwa.

    sudah tentu isinya penuh acara yg islami semisal ceramah, sholawatan, qasidah islami yang syar'i, nasehat dan laennya yang diperbolehkan dalam syare'at Islam.

    Silakan kunjungi radio kami Suara Nabawai Pasuruan 107.7 FM. Isinya sangat berbeda dari radio dakwah yg ada, murni dakwah dan nasehat...

    BalasHapus
  3. Wa'alaikum saudara Cacaa...

    Menurut aqidah Ahlussunah Waljamaah : Sahabat adalah orang yang waktu bertemu (berkumpul) dengan Rasulullah dalam keadaan beriman dan waktu mati juga dalam keadaan beriman.

    Apabila ada orang yang waktu bertemu atau berkumpul dengan Rasulullah dalam keadaan beriman, kemudian dia murtad (keluar dari Islam), maka orang tersebut tidak termasuk (tidak digolongkan) sebagai sahabat. Sebab waktu mati dia tidak dalam keadaan beriman tapi sudah murtad.
    Karena itu di zaman Khalifah Abu Bakar orang-orang murtad itu diperangi. Adapun orang-orang Munafiqin, mereka itu tidak termasuk sahabat, karena mereka itu tidak beriman, tapi pura-pura beriman. Dhohirnya beriman, tapi batinya tetap kafir.

    Berkaitan komentar imam Ibnu Hajar di atas, ya memang ada dalam kitab Fathul Bari beliau. Yang dimaksud adalah orang yang melihat Nabi setelah kewafatan beliau, misalnya di zaman kita skrg ini, jikalau kuburan Nabi dibongkar kemudian dilihat oleh orang-orang, apakah orang yang melihat jasad Nabi itu disebut sahabat Nabi ?? menurut Ibnu Hajar tidak disebut sahabat. Karena syaratnya adalah melihat Nabi di saat nabi masih hidup, bukan setelah wafatnya.

    Dan ini tidak ada sangkut pautnya dengan masalah tawassul, jika kaum salafi melarang tawassul dengan hujjah ini, maka dia sangat lah tidak memahaminya subtansinya dengan benar. Tidak ada korelasinya sama sekali definisi sahabat dengan masalah tawassul.

    BalasHapus